ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sah! Fintech P2P Lending Gagal Capai Target Pinjaman

Sabtu, 17 Februari 2024 | 09:00 WIB
PA
R
Penulis: Prisma Ardianto | Editor: RZL
Peluncuran Roadmap Pengembangan dan Penguatan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI/fintech P2P Lending) 2023-2028.
Peluncuran Roadmap Pengembangan dan Penguatan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI/fintech P2P Lending) 2023-2028. (OJK/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Industri fintech peer-to-peer (P2P) lending menyalurkan total pinjaman mencapai Rp 241,56 triliun sepanjang 2023. Realisasi ini jauh dari target yang dicanangkan.

Mengacu statistik fintech P2P lending dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total penyaluran pinjaman oleh fintech P2P lending pada 2023 hanya tumbuh 7,10% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp 225,55 triliun pada 2022.

Meski masih tumbuh, realisasi penyaluran pinjaman pada 2023 lalu jauh dari target yang dicanangkan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Di awal 2023, AFPI sempat memproyeksikan nilai pinjaman mencapai Rp 335 triliun atau dapat tumbuh sekitar 48%.

ADVERTISEMENT

Jika ditelisik lebih lanjut, gagalnya target pinjaman ini salah satunya dipengaruhi realisasi pinjaman di wilayah DKI Jakarta. Di wilayah ini, penyaluran pinjaman fintech P2P lending amblas 22,24% (yoy) menjadi Rp 47,18 triliun sepanjang 2023.

Hanya DKI Jakarta dan Gorontalo yang mencatat penurunan nilai pinjaman tahun lalu. Seluruh provinsi selain dua wilayah tersebut masih mencatatkan tren pertumbuhan.

Karena penurunan di DKI Jakarta itu juga, nilai penyaluran pinjaman fintech P2P lending di wilayah Pulau Jawa hanya mampu tumbuh 3,10% (yoy) menjadi Rp 189,07 triliun pada 2023. Sementara penyaluran pinjaman di luar Pulau Jawa sebenarnya bisa meningkat sampai dengan 24,51% (yoy) menjadi Rp 52,49 triliun.

Dengan komposisi ini, penyaluran fintech P2P lending masih terkonsentrasi pada wilayah Pulau Jawa yakni mencakup 78,27% pada 2023, sedikit susut dari 2022 yang sebesar 81,31% dari total pinjaman. Sejalan dengan tren tersebut, pinjaman luar Pulau Jawa tahun 2023 berkontribusi 21,73%, meningkat dari tahun 2022 sebesar 18,69%.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

OJK Awasi 8 Pinjol Belum Penuhi Ekuitas Minimum Rp 12,5 Miliar

OJK Awasi 8 Pinjol Belum Penuhi Ekuitas Minimum Rp 12,5 Miliar

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon