Bappenas Dorong Penguatan Pasar Modal
Rabu, 13 Maret 2024 | 17:23 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa menyebut penguatan pasar modal sangat penting untuk membentuk pendalaman struktur keuangan Indonesia.
Struktur keuangan Indonesia, menurut dia, relatif dangkal ketimbang negara-negara berkembang lain (peer countries).
Hal ini tercermin dari kontribusi rasio M2 dan kapitalisasi pasar modal (market cap) yang cukup rendah terhadap produk domestik bruto (PDB/gross domestic product/GDP), yakni masing-masing hanya sebesar 43% dan 46% pada 2022.
"Pasar modal sekali lagi peranannya itu menggambarkan bagaimana bisa menjaga inklusi ekspektasi pasar, dengan demikian berkorelasi positif terhadap stabilitas makro terutama untuk memberikan sinyal positif terhadap pertumbuhan ekonomi," ujar Suharso dalam sambutannya seusai membuka perdagangan saham di main hall, BEI, SCBD, Jaksel, Rabu (13/3/2024).
Dia memaparkan, penguatan pasar modal sangat krusial dan diharapkan sebagai salah satu sumber pendanaan non-perbankan.
Bahkan, Suharso mengatakan, dalam rencana pembangunan jangka panjang nasional (RPJN) 2025-2045, peranan bursa saham tidak main-main dan diletakkan sedemikian rupa oleh Bappenas agar membentuk pendalaman struktur keuangan nasional.
Di sisi lain, lanjut Suharso, Indonesia sedang mengalami ancaman di industrialisasi. Hal ini tercermin dari kontribusi sektor industri manufaktur terhadap GDP yang terus tergerus hingga di bawah 20%.
Dengan demikian, pihaknya mendorong pelaku industrial Tanah Air untuk turut meramaikan pasar modal dengan melantai di BEI.
BACA JUGA
Terbitkan Enam Waran Terstruktur, CGS-CIMB Sekuritas Akomodir Pilihan Investasi Pasar Modal
"Kita juga ingin usaha kecil menengah (UMKM) pada saatnya juga bisa mendapatkan pembiayaan dari pasar modal. Para UMKM kita ini terus terang adalah penyedot lapangan kerja terbesar sekitar 97%, sekarang memainkan sekitar 63% dari GDP kita," jelas Suharso.
Untuk itu, alangkah baiknya tambah Suharso, UMKM bisa masuk ke bursa dengan pemanduan sedemikian rupa agar melahirkan para entrepreneur-entrepreneur yang tangguh.
Pada 2022, sudah ada 100 perusahaan UMKM yang listing, tetapi diharapkan jumlah tersebut dapat lebih tinggi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




