ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kaltara Kembali Dilirik Tiongkok, Luhut Sebut Ada Investasi Miliaran Dolar untuk Proyek PV

Rabu, 20 Maret 2024 | 13:05 WIB
JS
R
Penulis: Jayanty Nada Shofa | Editor: RZL
Luhut Pandjaitan.
Luhut Pandjaitan. (Antara/Fikri Yusuf)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengeklaim Tiongkok akan segera mengucurkan investasi untuk proyek photovoltaic (PV) glass panel tenaga surya di Kalimantan Utara (Kaltara). Nilai proyek investasi ini diperkirakan mencapai US$ 3,5 hingga 4 miliar.

Hal itu diungkapkan Luhut setelah mendapatkan laporan dari Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, Septian Hario Seto yang baru saja melakukan perjalanan dinas ke Tiongkok.

"Akan masuk photovoltaic (PV) glass di Kaltara. Itu nilainya  sekitar US$ 3,5-4 miliar," kata Luhut dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya, Selasa (19/3/2024).

ADVERTISEMENT

Luhut menyebut Seto dan timnya telah bertemu dengan salah satu perusahaan di Shanghai yang memproduksi bahan baku solar panel terbesar di dunia. Meski demikian, Luhut enggan menyebutkan nama perusahaan yang dimaksud.

"Tujuan pertemuan ini adalah untuk memfinalisasi rencana investasi yang diperkirakan nilainya cukup fantastis, yakni sekitar US $3,5-4,0 miliar," tulis Luhut dalam caption video tersebut.

Luhut juga mengeklaim Tiongkok telah berkomitmen mengucurkan investasi di sektor garmen.

"Jadi kalau kedua (investasi, Red) ini masuk, itu dampak lapangan kerjanya luar biasa," kata Luhut.

Kalimantan Utara sendiri tampaknya diminati oleh investor besar asal Tiongkok. Sebelumnya, Luhut mengungkap Tiongkok akan melakukan investasi besar-besaran dalam pembangunan pabrik petrokimia di provinsi tersebut, tanpa menyebut perusahaan yang tertarik melakukan investasi.

Reuters melaporkan pada April 2023, produsen serat poliester Tongkun Group dan Xingfeming Group tengah menunggu persetujuan pemerintah Tiongkok untuk membangun kilang minyak dan kompleks petrokimia senilai US$ 10 miliar di Kalimantan Utara.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengeklaim Kalimantan Utara sebagai taman industri hijau terbesar di dunia. Saat peresmian Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI), Maret 2023, Jokowi menyebut area seluas 13.000 kilometer persegi itu akan memiliki pabrik produksi untuk industri seperti baterai kendaraan listrik, aluminium, dan petrokimia.

Sekadar informasi, Tiongkok menjadi sumber investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI) terbesar kedua bagi Indonesia. Total investasi Tiongkok ke Indonesia sepanjang 2023 mencapai US$ 7,4 miliar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Luhut Lapor ke Prabowo: Ekonomi RI Stabil 3 Bulan ke Depan

Luhut Lapor ke Prabowo: Ekonomi RI Stabil 3 Bulan ke Depan

EKONOMI
Dewan Ekonomi Nasional: Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Daya Saing

Dewan Ekonomi Nasional: Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Daya Saing

EKONOMI
Prabowo Dekat dengan Trump, Luhut Yakin Negosiasi Tarif RI-AS Aman

Prabowo Dekat dengan Trump, Luhut Yakin Negosiasi Tarif RI-AS Aman

EKONOMI
Begini Kriteria Ketua OJK dan BEI yang Ideal Menurut Luhut

Begini Kriteria Ketua OJK dan BEI yang Ideal Menurut Luhut

EKONOMI
Yenny Wahid Minta PBNU Kembalikan Izin Kelola Tambang ke Pemerintah

Yenny Wahid Minta PBNU Kembalikan Izin Kelola Tambang ke Pemerintah

NASIONAL
Luhut Bantah Dirinya Pemilik Toba Pulp Lestari Pemicu Banjir Sumatera

Luhut Bantah Dirinya Pemilik Toba Pulp Lestari Pemicu Banjir Sumatera

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon