Jasa Marga: Kendaraan Keluar Jabotabek Selama Masa Mudik Naik 0,82% Dibanding 2023
Kamis, 11 April 2024 | 15:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 1.564.278 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-7 sampai dengan H+1 Lebaran 2024.
Angka tersebut merupakan angka kumulatif dari empat gerbang tol (GT) Barrier/Utama, yaitu GT Cikupa (arah Merak), GT Ciawi (arah Puncak), dan GT Cikampek Utama (arah Trans-Jawa), dan GT Kalihurip Utama (arah Bandung). Total volume kendaraan tersebut lebih tinggi 0,82% dari masa mudik periode Lebaran 2023, yaitu 1.551.602 kendaraan.
Marketing and Communication Department Head Jasa Marga Faiza Riani menjelaskan kendaraan yang keluar Jabodetabek masih didominasi pengendara yang menuju ke arah timur Jawa melalui GT Cikampek Utama dan ke arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama, yaitu sebesar 58,05%.
“Kami mencatat kendaraan yang melalui GT Cikampek Utama mencapai 68.751 kendaraan, sementara yang mengarah ke Bandung melalui GT Kalihurip Utama, yaitu sebanyak 45.040 kendaraan,” kata Faiza dalam rilis tertulisnya, Kamis (11/4/2024).
Faiza mengimbau masyarakat yang saat ini masih berada di kampung halaman agar mengatur waktu perjalanan kembali ke Jabotabek demi menghindari tingginya volume kendaraan. Puncak arus balik diprediksi terjadi pada 14-15 April 2024.
Bagi masyarakat yang masih memiliki kelonggaran waktu, dapat menggeser perjalanan kembali ke Jabotabek pada periode Rabu-Jumat (17-19 April 2024) untuk perjalanan yang lebih nyaman, sekaligus dapat memanfaatkan potongan tarif tol sebesar 20%.
“Periode arus balik memiliki jumlah hari yang cukup pendek jika dibandingkan dengan arus mudik. Untuk menghindari penumpukan kendaraan, kami mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan di waktu favorit, yaitu pagi dan malam hari,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




