Harga Bawang Merah Naik, Pemerintah Tolak Impor
Kamis, 25 April 2024 | 14:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melarang keras impor bawang merah. Menurutnya, kenaikan harga bawang merah tidak akan memengaruhi pemerintah untuk melakukan impor.
“Mau (harga bawang merah) naik (atau) tidak naik, bawang merah bisa kita tanam. Tidak ada impor,” tegas Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan di gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2024).
Jika ada kiriman bawang merah yang berasal dari luar negeri, kata Zulhas, maka pemerintah tidak akan segan untuk menyetop kiriman tersebut.
“Tidak ada impor bawang merah, tidak ada. Kalau ada bawang merah dari luar, kita sikat,” tukas Zulhas.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut juga mengatakan kenaikan harga bawang merah yang terjadi belakangan ini lantaran banjir yang menyerang sejumlah wilayah. Dia berharap harga bawang merah akan mengalami penurunan hingga minggu depan.
“Kalau lagi banjir kan ya sudah, tetapi paling seminggu lagi (harganya) sudah normal,” tutup Zulhas.
Sebelumnya, harga bawang merah mengalami kenaikan hingga Rp 50.000 per kilogram. Kenaikan harga bawang merah dimulai dari awal April 2024.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap alasan kenaikan harga bawang merah di tingkat produsen dan konsumen disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah terganggunya sektor produksi di wilayah sentra dan pasokan pada Maret 2024 lalu.
“Kenaikan harga itu disebabkan oleh banyak hal sebenarnya. Salah satunya hujan di wilayah produksi, terdapat juga kendala teknis seperti keterbatasan tenaga kerja perogol (ibu-ibu) dan penyekatan jalan yang menyebabkan distribusi barang sampai ke pasar terlambat,” ujar Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




