Repnas Usulkan Uji Publik Calon Menteri Kabinet Prabowo-Gibran
Rabu, 1 Mei 2024 | 19:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Prabowo-Gibran, Anggawira mengusulkan agar presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming membentuk tim untuk melakukan uji publik terhadap para calon menteri di pemerintahan baru.
Menurut Anggawira, uji publik tersebut penting agar bisa mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, sebelum dilantik menjadi pembantu Prabowo-Gibran nantinya.
"Karena ini prosesnya masih panjang, sangat ada ruang untuk melakukan suatu uji publik terhadap nama-nama yang beredar atau diajukan oleh partai politik. Karena sekarang eranya penuh keterbukaan, saya rasa pastinya nama-nama yang akan diajukan, pasti akan mengemuka di publik. Nanti tinggal kita bersama melakukan penilaian secara obyektif terhadap nama-nama yang beredar," ujar Anggawira saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (1/5/2024).
Menurut Anggawira, uji publik tersebut tidak akan menegasikan prerogatif Prabowo Subianto selaku presiden terpilih. Prabowo, kata dia, tetap menjadi penentu terakhir atas hasil uji publik calon menteri tersebut sehingga diketahui rekam jejaknya, kapasitas, dan kompetensinya.
"Nama-nama yang dimunculkan secara publik, kami dari Repnas menganggapnya suatu hal yang positif karana ini kan bentuk adanya perhatian dan aspirasi dari masyarakat," tandas Anggawira.
Pada kesempatan itu, Anggawira juga mendorong Prabowo untuk memperhatikan keseimbangan antara generasi tua dan muda dalam susunan kabinet. Menurut Anggawira, hal tersebut penting agar generasi muda dan tua di kabinet bisa bersatu menghadapi tantangan dunia yang tidak mudah.
BACA JUGA
Kawasan BSD dan PIK Masuk PSN, Repnas: Harapannya Bisa Hadirkan Hunian Masyarakat Terjangkau
"Harus ada keseimbangan antara yang senior dan junior. Ini salah satu yang ingin kami tekankan. Karena tantangan ke depan makin berat dibutuhkan suatu kolaborasi antara yang senior dan junior. Saya pikir ini sangat penting dan beberapa posisi-posisi dalam konteks, semisal wakil menteri yang di dalam kabinet Pak Jokowi ini masih banyak belum diisi oleh wakil menteri, mungkin ke depannya juga bisa dipertimbangkan dapat diisi," jelas Anggawira.
"Saya lihat tugas kementerian ke depan cukup berat, perlu ada backup dan juga sebagai sarana kaderisasi kepada para anak-anak muda yang dianggap mampu, sehingga bisa menjadi salah satu estafet kepemimpinan ke depannya. Tentu dibuat formulasi yang tepat," pungkas Anggawira.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




