Emas Jadi Investasi Kebal Inflasi dan Gejolak Politik
Rabu, 8 Mei 2024 | 09:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri (Wamen) BUMN, Kartika Wirjoatmodjo atau akrab disapa Tiko mengatakan bahwa saat ini banyak orang yang kembali berinvestasi emas di saat keadaan ekonomi dunia tidak ada kepastian. Emas disebut sebagai investasi yang kebal inflasi dan gejolak politik dunia.
“Dengan situasi geopolitik yang sekarang semakin tidak terprediksi dan aset yang harganya naik turun, banyak asset management company dan orang-orang kaya yang berinvestasi di emas lagi,” ujar Tiko di Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2024).
Bersama dengan Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan, Tiko mendiskusikan soal masa depan emas. Apakah investasi emas ke depannya akan mengalami penurunan dan tidak berpotensi untuk berkembang (sunset).
Namun, diskusi itu membuahkan kesimpulan bahwa investasi emas tidak sunset. Kini negara-negara besar, seperti Amerika dan Tiongkok justru back to the gold atau kembali memperhatikan emas sebagai investasi yang aman dan menjanjikan.
“Jadi emas sebenarnya bukan aset yang sunset, justru akan selalu ada dan bahkan bisa menjadi salah satu pilihan investasi yang tahan terhadap inflasi maupun tahan terhadap gejolak politik,” kata Tiko.
Hal itu akan menguntungkan ekosistem BUMN di sektor sumber daya alam emas.
Tiko juga mengungkapkan bahwa Indonesia akan mulai memproduksi emas sendiri melalui ekosistem BUMN. Tidak lagi menggunakan sistem lama dengan konsentrat emas dikirim dari Freeport ke Jepang untuk cetak dan dikirim kembali ke Indonesia.
“Bulan Mei nanti, insyaallah kita akan produksi emas di dalam negeri, yakni di Gresik, Jawa Timur dengan kapasitas produksi 50 ton emas per tahun,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




