ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PHK 233 Karyawan, Ini Sejarah Perusahaan Bata yang Jadi Alas Kaki Nasional Pertama

Jumat, 10 Mei 2024 | 16:40 WIB
YP
TE
Penulis: Yasyifa Pramesti | Editor: TCE
Karyawan mendorong barang hasil produksi Pabrik Sepatu Bata, Purwakarta.
Karyawan mendorong barang hasil produksi Pabrik Sepatu Bata, Purwakarta. (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan sepatu Bata Tbk adalah salah satu dari merek alas kaki terkemuka di Indonesia. Siapa sangka, sejarah sepatu nasional itu ternyata dimulai di kota Zlin, Republik Ceko, pada 1894 silam.

Semua dimulai oleh Tomas, Anna, dan Antonin Bata yang mendirikan pabrik sepatu kecil. Awalnya mereka membuat sepatu secara manual. Kemudian, Bata terus berkembang dan menggunakan teknologi otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk.

Tomas Bata lahir di Zlin, Cekoslowakia pada 1876. Sejak kecil, dia telah menunjukkan bakat wirausahawan hanya dengan membantu bisnis sepatu milik ayahnya. Tomas Bata dikenal sebagai visioner yang membawa revolusi di industri sepatu. Ia mempelopori penggunaan mesin-mesin uap untuk menggantikan proses manual, yang meningkatkan produksi secara signifikan.

ADVERTISEMENT

Pada 1930, pabrik Bata mampu menghasilkan 168.000 pasang sepatu per hari, jauh dari 2.200 pasang per hari di awal berdirinya. Tomas Bata memiliki filosofi bisnis yang unik, yaitu "sepatu untuk semua orang". Ia fokus pada produksi sepatu berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, sehingga memungkinkan semua orang untuk memiliki sepatu yang nyaman dan stylish.

Filosofi tersebut terbukti sukses dan mengantarkan Bata Shoe Company menjadi salah satu perusahaan sepatu terbesar di dunia. Tomas Bata dikenal sebagai pemimpin yang karismatik dan visioner. Ia menerapkan sistem manajemen yang inovatif dan membangun hubungan yang baik dengan karyawannya. Ia juga aktif dalam kegiatan sosial dan filantropi.

Pada 1931, Bata masuk ke Indonesia, dan pada 1940, mereka mulai membuat produknya di Kalibata, Jakarta Selatan. Kemudian pada 1982, Bata menjadi merek alas kaki pertama yang terdaftar di bursa.

Kehadiran Bata di Indonesia membawa dampak besar pada industri alas kaki nasional, memperkenalkan standar produksi yang tinggi dan model bisnis yang inovatif. Sebagai salah satu pabrik terbesar di Indonesia, Bata memiliki spesialisasi produk sepatu injeksi untuk konsumsi dalam dan luar negeri.

Bata terus tumbuh dan berkembang di Indonesia. Mereka tidak hanya fokus pada produksi sepatu, tetapi juga memperluas jangkauan produk mereka ke tas, aksesori, dan barang-barang kulit lainnya. Bata telah membangun reputasi yang kuat dalam hal kualitas dan kenyamanan produk mereka, sehingga menjadi salah satu merek yang paling dipercaya oleh masyarakat Indonesia dalam hal alas kaki.

Perusahaan sepatu milik keluarga ini juga mengoperasikan empat unit bisnis internasional yaitu, Bata Eropa, Bata Asia Pasifik Afrika, Bata Amerika Latin, dan Bata Amerika Utara.

Dengan sejarahnya yang panjang dan warisan yang kuat dalam industri alas kaki, Bata terus menjadi salah satu merek yang paling diakui dan dihormati di Indonesia. Meskipun tidak lagi mendominasi pasar, Bata tetap eksis dan memiliki banyak penggemar setia.

Saat ini, Bata memiliki lebih dari 435 toko di seluruh negeri dan menjadi salah satu merek sepatu ternama dan tepercaya di Indonesia. Namun, kabar tidak mengenakan datang dari perusahaan tersebut belum lama ini.

PT Sepatu Bata Tbk di Purwakarta, Jawa Barat, resmi menutup operasional pabrik sepatunya pada 30 April 2024. Penutupan pabrik Bata ini merupakan imbas kerugian yang mereka alami selama empat tahun berturut-turut.

Akibat penutupan pabrik tersebut, sebanyak 233 karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon