Sony Tidak Lagi Fokus Produksi Perangkat Elektronik
Kamis, 23 Mei 2024 | 11:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan elektronik dan hiburan asal Jepang, Sony, menyatakan pihaknya saat ini fokus pada industri kreativitas di bidang film, animasi, dan video gim, bukan lagi perangkat elektronik kuno.
CEO Sony Kenichiro Yoshida menyampaikan, Sony kini lebih menekankan pada proses kreatif dibandingkan produk-produk berharga di masa lalu, seperti pemutar musik portabel Walkman dan TV berwarna Trinitron. Dia menyatakan, sinergi kini tidak lagi antara hiburan dan elektronik, melainkan ditentukan oleh kekayaan intelektual yang mencakup animasi, musik, permainan, dan film.
"Kami akan terus mendukung kreativitas manusia melalui teknologi kami," kata Kenichiro Yoshida, dilansir dari AP, Kamis (23/5/2024).
Sony belakangan ini mengalami persaingan ketat. Para pesaingnya memproduksi perangkat elektronik yang lebih murah, tetapi tetap kompetitif.
Sony mengakuisisi EMI Music Publishing pada 2018 dan telah menginvestasikan sekitar US$ 10 miliar dalam enam tahun terakhir untuk memperkuat pembuatan kontennya. Pada 2021, Sony mengakuisisi Crunchyroll, yang memiliki lebih dari 13 juta pelanggan berbayar dan menayangkan animasi Jepang secara global.
Sony baru-baru ini melaporkan laba kuartalan meningkat menjadi 189 miliar yen (US$ 1,2 miliar) dari 141 miliar yen pada tahun sebelumnya. Penjualan kuartala untuk pembuat konsol game PlayStation ini naik 14% menjadi 3,48 triliun yen (US$ 22 miliar).
Namun, untuk tahun fiskal 2023 yang berakhir Maret 2024, Sony mencatat penurunan laba sebesar 3% menjadi 970 miliar yen (US$ 6,2 miliar).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




