Wall Street Anjlok Imbas Kekhawatiran Data Inflasi AS
Jumat, 24 Mei 2024 | 09:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bursa perdagangan Amerika Serikat (AS) Wall Street anjlok imbas kekhawatiran terhadap data inflasi AS, sehingga bisa menunda pemangkasan suku bunga The Fed. Bahkan, Dow Jones Industrial Average mencatatkan penurunan terburuk sepanjang 2024.
Mengutip Reuters Jumat (24/5/2024), Dow Jones anjlok 605,78 poin atau 1,53% sehingga ditutup pada level 39.065,26, dan jadi sesi terburuk tahun ini. Saham Boeing menjadi pemberat Dow Jones lantaran turun 7,6%.
Sedangkan S&P 500 turun 0,74%, dan ditutup di level 5,267.84 dan Nasdaq Composite melemah 0,39% hingga mencapai level 16.736,03.
Saham Nvidia melonjak 9,32% hingga ditutup di atas US$ 1.000 per saham untuk pertama kalinya dan membantu mendorong Nasdaq dan S&P 500 ke rekor intraday pada tahap awal perdagangan setelah perusahaan cip AI tersebut memperkirakan pendapatan kuartalan di atas perkiraan dan mengumumkan pemecahan saham.
Namun, saham bergerak melemah setelah data ekonomi menunjukkan tekanan harga AS meningkat pada Mei, bahkan ketika aktivitas bisnis meningkat dan klaim pengangguran mingguan yang lebih rendah mengindikasikan pasar tenaga kerja tetap kuat.
Ahli strategi investasi senior di The Macro Institute, Brian Nick menagatakan hal itu menunjukan fakta bahwa masyarakat sekarang berada pada posisi untuk melihat data pertumbuhan yang mengecewakan, data inflasi yang lebih lambat, penurunan suku bunga, dan hal ini membuat orang salah paham.
“Apa pun yang tampak seperti kabar baik masih dianggap sebagai berita buruk, yang menunjukkan bahwa kita masih berada dalam periode reli bantuan The Fed karena secara umum senang bahwa suku bunga telah berhenti naik. Namun, yang terburuk adalah bagi suku bunga yang akan terus naik pada saat ini,” ungkapnya.
Keuntungan Nvidia membantu mengangkat indeks teknologi S&P 500 sebagai satu-satunya sektor yang menguat di antara 11 sektor S&P utama pada Kamis. Namun, terlepas dari kenaikan di Nvidia, saham cip secara keseluruhan lebih rendah, dengan indeks semikonduktor PHLX turun tipis 0,02% pada sesi tersebut.
Market saat ini memperkirakan peluang 52,2% untuk pemangkasan suku bunga setidaknya 25 basis poin (bps) pada September, turun dari hampir 67% pada minggu lalu, menurut FedWatch Tool CME.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




