ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Investor Pasar Modal Syariah Perlu Digenjot meskipun Ukir Prestasi

Jumat, 7 Juni 2024 | 09:46 WIB
V
AD
Penulis: Vinnilya | Editor: AD
Ilustrasi syariah
Ilustrasi syariah (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dalam dua dekade terakhir menunjukkan pertumbuhan signifikan. Prestasi gemilang ini tercermin dari pengakuan dunia internasional terhadap Indonesia yang menempati posisi ketiga dalam laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2023.

Tak hanya itu, dari sisi pasar modal syariah juga tak kalah menggembirakan. Dalam satu dekade terakhir, kinerja pasar modal syariah dalam negeri telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, baik dari sisi jumlah investor, kapitalisasi pasar maupun variasi produk syariah yang tersedia.

Meski mengukir prestasi yang gemilang, pasar modal syariah Indonesia masih mempunyai pekerjaan rumah besar, khususnya terkait jumlah investor syariah yang terbilang cukup kecil bagi negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam.

ADVERTISEMENT

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dihimpun dari anggota pusat penyedia layanan syariah online trading system dalam lima tahun terakhir, jumlah investor syariah telah meningkat lebih dari 225% dari 44.536 investor pada 2018 menjadi 144.813 per April 2024. Namun, angka tersebut belum sebanding dengan total investor di pasar modal yang berjumlah hampir 13 juta orang.

“Walaupun memang masih harus digenjot lagi dari yang ada sekarang, tetapi pencapaian ini juga semakin membanggakan karena diraih di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang masih penuh tantangan dan ketidakpastian,” ungkap Edi Broto Suwarno di BEI, SCBD, Jakarta, Kamis (6/6/2024).

Edy menilai pangsa pasar modal syariah masih relatif kecil jika dibandingkan dengan potensi yang ada. Bahkan, berdasarkan hasil survei nasional literasi keuangan Indonesia pada 2022, indeks literasi dan inklusi keuangan syariah baru mencapai 9,14% dan 12,1%.

"Masih jauh di bawah indeks literasi dan inklusi keuangan nasional yang sebesar 49,68% dan 85,1%," ucapnya.

Sementara itu, jika menilik data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang terbaru tercatat bahwa indeks literasi keuangan syariah berhasil naik dari 39% pada 2023.

“Namun, indeks inklusi keuangan syariah tercatat masih stagnan di angka 12%,” ujarnya.

Dengan demikian, Edi menyebut bahwa tantangan dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah masih menjadi tugas bersama yang harus diselesaikan segera.

"Terlebih, Indonesia memiliki demografi sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia," ucap dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Butuh Investasi US$ 789,9 M untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Butuh Investasi US$ 789,9 M untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

EKONOMI
Dorong Likuiditas Pasar Modal, BEI Terapkan Liquidity Provider Saham

Dorong Likuiditas Pasar Modal, BEI Terapkan Liquidity Provider Saham

EKONOMI
Naik 214 Persen dalam Sebulan, Saham YPAS Disuspensi BEI

Naik 214 Persen dalam Sebulan, Saham YPAS Disuspensi BEI

EKONOMI
IHSG Berpeluang Menguat setelah AS Tunda Serangan ke Iran

IHSG Berpeluang Menguat setelah AS Tunda Serangan ke Iran

EKONOMI
2 Arahan Prabowo ke OJK untuk Pulihkan Kepercayaan Investor

2 Arahan Prabowo ke OJK untuk Pulihkan Kepercayaan Investor

EKONOMI
Pidato Prabowo di WEF 2026 Kirim Sinyal Positif ke Investor

Pidato Prabowo di WEF 2026 Kirim Sinyal Positif ke Investor

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon