Importir Indonesia Mulai Khawatir Harga Sapi Australia
Sabtu, 13 Juni 2015 | 18:49 WIB
Darwin - Sejumlah importir sapi Indonesia mengkhawatirkan kenaikan harga sapi impor dari Australia. Hal tersebut terpantau setelah kunjungan beberapa eksportir sapi Australia ke Indonesia baru-baru ini.
Menurut Paul McCormick, manajer perusahaan Elders di Katherine, Australia Utara, seperti dikutip ABC akhir pekan ini, mengatakan para importir sapi di Indonesia terus memantau perkembangan harga sapi di Australia Utara. Elders sendiri adalah salah satu perusahaan peternakan di Australia Utara yang mempunyai investasi penggemukan sapi di Indonesia.
"Mereka sangat khawatir soal pergerakan harga yang harus dibayar," kata Paul tanpa kemungkinan merinci kenaikan harga tersebut.
Paul mengatakan, sejauh ini belum ada kepastian jumlah impor sapi yang diminta kepada para peternak di Australia Utara. Sejauh ini kisaran impor diprediksi antara 100.000-200.000 ekor.
"Kami memantau permintaan kuartal III dengan hati-hati," katanya.
Pada Kamis (11/6) lalu, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengatakan untuk memenuhi daging pada bulan puasa dan Lebaran, Indonesia akan mengimpor 270.000 sapi dari Australia.
"Kita harus impor karena produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi," kata Rachmat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




