ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PALM Fokus 3 Sektor untuk Tingkatkan Performa Bisnis

Rabu, 26 Juni 2024 | 17:35 WIB
MF
AD
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: AD
Ilustrasi kelapa sawit.
Ilustrasi kelapa sawit. (Antara/Yudi)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) mengumumkan komitmen untuk meningkatkan kegiatan investasi di tiga sektor utama untuk meningkatkan performa bisnis. Adapun tiga sektor utama itu, yakni sumber daya alam dan teknologi, media dan telekomunikasi, serta logistik.

Langkah perusahaan untuk aksi itu diperkuat dengan limit dari penawaran umum berkelanjutan obligasi II PALM sebesar Rp 4,17 triliun yang dapat diterbitkan hingga kuartal IV 2025.

Presiden Direktur Provident Investasi Bersama Tri Boewono, menyatakan perseroan aktif melakukan aksi korporasi untuk meningkatkan performa bisnis dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

ADVERTISEMENT

"Kami masih memiliki banyak ruang untuk melakukan aksi korporasi yang didukung oleh performa bisnis dan struktur permodalan yang kuat," jelasnya dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (26/6/24).

Saat ini, PALM tengah fokus mengkaji emiten-emiten yang sudah masuk ke dalam pipeline investasi. Proses seleksi dilakukan dengan saksama melalui Komite Investasi.

"Kami mempertimbangkan kinerja, prospek perusahaan, peluang, dan potensi pasar ke depannya. Kami optimistis perusahaan portofolio PALM memiliki prospek yang cerah," tambah Tri.

Sementara, Direktur Investasi dan Portofolio PALM Ellen Kartika menjelaskan hingga kuartal I 2024, perseroan telah menerbitkan obligasi berkelanjutan II provident investasi bersama tahap II dengan jumlah pokok sebesar Rp 675,09 miliar. Sebelumnya, pada 2023, PALM telah menerbitkan tiga kali obligasi dengan total pokok sebesar Rp 1,657 triliun.

Selain obligasi, PALM juga menyelesaikan penawaran umum terbatas melalui mekanisme rights sssue pada 4 April 2024, dengan menerbitkan 8,65 miliar saham baru seharga Rp 418 per lembar, sehingga total dana yang diperoleh mencapai Rp 3,61 triliun. Dana ini digunakan untuk investasi di PT Alam Permai (AP) dan modal kerja untuk operasional PALM.

Pada 30 Mei 2024, PALM menandatangani perjanjian amendemen dan pernyataan kembali atas perjanjian fasilitas kredit bergulir dengan united overseas bank limited, menaikkan fasilitas dari US$ 75 juta menjadi US$ 135 juta.

Selain itu, PALM melalui PT Suwarna Arta Mandiri (SAM) berencana melakukan penawaran tender sukarela terhadap PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) sebanyak 2,77 miliar saham dengan total nilai maksimal Rp 969,30 miliar.

Hingga kuartal I 2024, PALM mempertahankan arus kas yang kuat dengan kas dan setara kas sebesar Rp 141,48 miliar dan total aset mencapai Rp 7,65 triliun.

"Dengan posisi kas dan berbagai strategi yang tengah dijalankan, kami optimistis dapat terus menjaga dan memperkuat fundamental perusahaan," ujar Ellen.

Dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui rencana buyback saham maksimal 162 juta saham atau 1,03% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, yang akan dilaksanakan bertahap dalam waktu 12 bulan sejak 26 Juni 2024.

"Buyback ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja saham PALM, memberikan fleksibilitas dalam mengelola modal jangka panjang, dan memberikan imbal hasil yang berkelanjutan kepada pemegang saham," tutup Tri Boewono.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon