ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bangun Pabrik di Bekasi, Samsung Diapresiasi Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2015 | 15:19 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Menteri Perindustrian Saleh Husin (ketiga kiri) bersama Vice President Director Samsung Electronics Indonesia Lee Kang Hyun (kanan) pada peresmian pabrik perakitan telepon seluler Samsung di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, 16 Juni 2015.
Menteri Perindustrian Saleh Husin (ketiga kiri) bersama Vice President Director Samsung Electronics Indonesia Lee Kang Hyun (kanan) pada peresmian pabrik perakitan telepon seluler Samsung di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, 16 Juni 2015. (Kementerian Perindustrian)

Bekasi- Ekspansi raksasa produsen telepon seluler, Samsung Grup membangun pabrik di Indonesia dinilai menjadi lokomotif investasi dari pabrikan global lainnya. Selain itu, menunjukkan bahwa Indonesia merupakan pilihan menarik dan tepat untuk berinvestasi.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengungkapkan hal ini saat meresmikan pabrik perakitan telepon seluler PT Samsung Electronics Indonesia di Cikarang-Bekasi, Jawa Barat. "Kesungguhan Samsung di Indonesia diharapkan berlanjut hingga completely knock down (CKD) dan juga bentuk surface mount technology (SMT)," kata Menperin Saleh Husin di Bekasi, Selasa (16/6).

Pada tahap awal, proses perakitan di lahan seluas 6,000 meter persegi ini, masih dalam bentuk semi knock down (SKD). Serapan tenaga kerja mencapai sekitar 1.100 orang. "Kita ingin langkah ini menjadi motor penggerak pabrikan besar lainnya seperti Apple dan merek lainnya membangun unit produksi di Indonesia," tegasnya.

Selain itu, Menperin juga menargetkan pendirian pabrik ini merangsang tumbuhnya industri penunjang seperti industri komponen telepon seluler. "Dengan demikian, tingkat komponen dalam negeri terus meningkat dan bertahap membuat Indonesia menjadi basis produksi Samsung di tataran global, bukan hanya sebagai pasar," katanya.

ADVERTISEMENT

Senada, Vice President Director Samsung Electronics Indonesia, Lee Kang Hyun mengatakan, Indonesia merupakan negara strategis yang memiliki peluang tidak terbatas. "Pabrik ini menguatkan komitmen investasi kami di Indonesia," ujarnya.

Perusahaan asal Korsel ini mematok target kapasitas produksi dari pabrik perakitan telepon seluler Samsung adalah 1-1,5 juta unit per bulan dengan 14 line produksi yang memproduksi smartphone, feature phone dan komputer tablet. Nilai investasi untuk tahap pertama di tahun 2015, sebesar US$ 23 juta.

Sejalan dengan keinginan pemerintah agar pabrikan meningkatkan penggunaan komponen lokal, Samsung telah menyematkan kandungan dalam negeri hingga 20 persen. "Ke depan, kita berharap Samsung tidak hanya merakit tetapi juga memiliki pengembangan bisnis lebih luas," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemperin, I Gusti Putu Suryawirawan. Selanjutnya, Samsung diharapkan mendongkrak kandungan lokal hingga 30 persen pada 2017.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menperin Sebut PHK Massal Tak Terjadi di Industri Manufaktur

Menperin Sebut PHK Massal Tak Terjadi di Industri Manufaktur

EKONOMI
Menperin Yakin Perjanjian Dagang RI-AS Dorong Industrialisasi

Menperin Yakin Perjanjian Dagang RI-AS Dorong Industrialisasi

EKONOMI
IIMS 2026: Menperin Ungkap Ancaman Malaysia ke Pasar Otomotif RI

IIMS 2026: Menperin Ungkap Ancaman Malaysia ke Pasar Otomotif RI

OTOTEKNO
Menperin Tetapkan SBIN sebagai Arah Kebijakan Pembangunan Industri

Menperin Tetapkan SBIN sebagai Arah Kebijakan Pembangunan Industri

EKONOMI
Beda Pendapat Menko Airlangga dengan Menperin soal Insentif Otomotif

Beda Pendapat Menko Airlangga dengan Menperin soal Insentif Otomotif

OTOTEKNO
Menperin: Produk Manufaktur Jadi Tulang Punggung Ekspor Indonesia

Menperin: Produk Manufaktur Jadi Tulang Punggung Ekspor Indonesia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon