ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Cendekiawan Muslim Zimbabwe Sebut Potensi Industri Finansial Syariah Indonesia Cerah

Senin, 22 Juli 2024 | 05:10 WIB
HS
WP
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: WBP
Ulama asal Zimbabwe, Mufti Menk (tengah) bersama perwakilan The Strong Minor Project dan Maybank Syariah  dalam acara Islamic Sharing Experience Connect 2.0 yang digelar di Plenary Hall, JCC Senayan Jakarta, Minggu, 21 Juli 2024.
Ulama asal Zimbabwe, Mufti Menk (tengah) bersama perwakilan The Strong Minor Project dan Maybank Syariah dalam acara Islamic Sharing Experience Connect 2.0 yang digelar di Plenary Hall, JCC Senayan Jakarta, Minggu, 21 Juli 2024. (Beritasatu.com/Hendro Situmorang)

Jakarta, Beritasatu.com - Cendekiawan muslim asal Zimbabwe Mufti Menk menilai, industri finansial syariah di Indonesia berpotensi besar jika mampu dimanfaatkan secara maksimal.

Hal itu dikatakan pada acara dakwah The Strong Minor Project bertajuk “Connect 2: Light Upon Light in Times of Hardship” di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta, Minggu (21/7/2024).

"Jika edukasi dan kesadaran semakin tinggi mengenai pembiayaan syariah untuk menghindari riba, maka potensi Indonesia sangat besar," kata ulama tersebut.

ADVERTISEMENT

Ia memberikan inspirasi sesuai semangat mewujudkan kehidupan lebih baik dengan dengan pilar-pilar pengembangan dana nasabah sesuai prinsip syariah.

Mufti Menk yang sudah empat kali datang ke Indonesia mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan pembangunan setiap kali hadir di Jakarta atau kota lainnya.

Mufti yang memiliki nama lengkap Ismail ibn Musa Menk ini mengatakan kehadirannya di acara Connect 2 untuk menolong masyarakat di saat sulit seperti saat ini. Menurutnya, sesulit apa pun situasi yang dihadapi, jangan sampai kehilangan harapan.

Tahun ini acara Islamic Sharing Experience Connect 2.0 menghadirkan Mufti Menk dan para pembicara muslim global bersama dua rekannya Dr. Muhammad Salah dari Mesir dan Brother Wael Ibrahim dari Australia. Sedangkan dari dalam negeri hadir ustaz Khalid Basalamah, ustaz Subhan Bawazier, dan ustaz Ali Hasan Bawazier.

The Strong Minor Project Representative, Dzaki Maulana Irfan mengungkapkan salah satu tujuan utama Connect 2 adalah memperluas jaringan dan koneksi peserta dengan individu dan komunitas dari berbagai negara. Selain itu, acara ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk saling berbagi pengalaman, gagasan, dan nilai-nilai budaya dari berbagai belahan dunia.

"Tujuan mengembangkan komunitas-komunitas Islam agar bisa bertukar gagasan dan nilai-nilai. Hal ini menjadi platform bertukar ide. Maka kami undang pemateri global dan nasional," ucapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon