ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Insentif PPN Properti Dorong Pertumbuhan Ekonomi Semester II 2024

Rabu, 7 Agustus 2024 | 08:00 WIB
AK
WP
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: WBP
Ilustrasi pembangunan properti.
Ilustrasi pembangunan properti. (Beritasatu Photo/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com- Kebijakan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sektor properti dinilai akan mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester II 2024. 

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu mengatakan pada kuartal II 2024, lapangan usaha sektor konstruksi tumbuh 7,29% dan memberikan kontribusi 9,63% pada pertumbuhan ekonomi kuartal II 2024 seiring pembangunan proyek infrastruktur oleh pemerintah dan swasta.

“Kalau kita lihat sektornya, konstruksi tumbuhnya cukup tinggi.  Kami harapkan bisa terus sustain untuk pertumbuhan ekonomi, total (sampai semester I 2024) sudah 5,1%. Ini sesuai ekspektasi, harapannya tetap bisa dipertahankan,” ucap Febrio di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (6/8/2024) dikutip Investor Daily.

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan outlook pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2024 sekitar 5,1% sampai 5,2%. Menurut dia, Indonesia punya peluang mencapai target tersebut ditopang stabilitas perekonomian.

“Dibandingkan situasi yang sedang kita hadapi dan banyak negara mengalami kesulitan, pertumbuhan kita di 5,1% sampai 5,2%. Itu prestasi luar biasa. Kalau kita bisa pertahankan dengan baik, tentu akan menjadi modal bagi kita,” kata dia.

Fasilitas PPN DTP diberikan untuk pembeli satu rumah per satu nomor induk kependudukan (NIK) atau satu nomor pokok wajib pajak (NPWP). Kebijakan ini berlangsung selama dua fase dalam 14 bulan dari November 2023 hingga Desember 2024. Fase pertama PPN yang ditanggung pemerintah 100% berlaku mulai November 2023 hingga Juni 2024. Sementara fase kedua mulai Juli 2024 hingga Desember 2024 dengan PPN yang ditanggung 50%.

“Kita berlakukan itu dari kuartal ke IV 2023 dan kami evaluasi bahwa hasilnya bagus. Kebijakan itu berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi 2023 lumayan signifikan,” terang Febrio.

Febrio mengatakan jika melihat kondisi saat ini kebutuhan masyarakat untuk membeli rumah masih tinggi. Kebijakan tersebut masih akan berlanjut hingga akhir  2024. “Kita pantau terus bahwa ini pelaksanaannya cukup baik dan bisa menambah jumlah rumah yang dibangun sehingga itu tercermin di dalam pertumbuhan ekonomi kuartal I dan kuartal II 2024,” kata dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi kuartal II 2024 mencapai 5,05%.

 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon