ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Minyak Bertahan pada Level Terendah di Tengah Banyak Kekhawatiran

Jumat, 6 September 2024 | 06:24 WIB
IH
AD
Penulis: Indah Handayani | Editor: AD
Ilustrasi minyak gas (migas).
Ilustrasi minyak gas (migas). (Dok/Dok)

Jakarta, Beritasatu.com - Harga minyak bertahan di level terendah dalam 14 bulan terakhir, pada perdagangan Kamis (5/9/2024). Hal itu terjadi di tengah banyak kekhawatiran, seperti permintaan minyak Amerika Serikat (AS) dan China, serta potensi peningkatan pasokan dari Libya. Selain itu, terjadi penarikan besar dari persediaan AS dan penundaan peningkatan produksi oleh OPEC+.

Melansir Reuters, Jumat (6/9/2024), harga minyak mentah Brent turun 1 sen menjadi US$ 72,69 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 5 sen atau 0,1% menjadi US$ 69,15 per barel.

Hal itu merupakan penutupan terendah Brent sejak Juni 2023 selama dua hari berturut-turut dan penutupan terendah WTI sejak Desember 2023 selama tiga hari berturut-turut.

ADVERTISEMENT

Badan Informasi Energi AS melaporkan, perusahaan energi menarik 6,9 juta barel minyak dari penyimpanan selama minggu yang berakhir pada 30 Agustus. Angka ini jauh lebih besar dari penarikan 1 juta barel yang diperkirakan analis dalam survei Reuters.

Namun, angka itu sejalan dengan penarikan 7,4 juta barel yang dilaporkan oleh kelompok industri American Petroleum Institute pada Rabu (4/9/2024).

Dukungan tambahan datang dari OPEC+ yang sepakat untuk menunda peningkatan produksi minyak yang direncanakan untuk Oktober dan November, serta mengatakan bahwa mereka dapat menunda atau membatalkan kenaikan tersebut jika diperlukan.

Analis perbankan investasi AS Jefferies mengatakan, keputusan OPEC+ memiliki dampak memperketat keseimbangan kuartal keempat sekitar 100.000-200.000 barel per hari (bpd) dan seharusnya cukup untuk mencegah peningkatan persediaan yang signifikan meskipun permintaan dari China tidak membaik.

Namun, direktur energi berjangka Mizuho Bob Yawger mengatakan, pasar tidak terkesan dengan berita OPEC+.

"Pasar bensin bisa menghancurkan harga minyak mentah bahkan tanpa kekacauan OPEC+ yang memengaruhi harga. Jika Anda tidak membutuhkan bensin, Anda tidak membutuhkan minyak mentah untuk memproduksi bensin," pungkas Yawger.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tanpa Kesepakatan Damai AS-Iran, Harga Minyak Akan Terus Naik

Tanpa Kesepakatan Damai AS-Iran, Harga Minyak Akan Terus Naik

EKONOMI
Perang Iran Ubah Peta Energi Global dan Harga Minyak

Perang Iran Ubah Peta Energi Global dan Harga Minyak

EKONOMI
Harga Minyak 9 Mei Naik Lagi karena Konflik Iran-AS

Harga Minyak 9 Mei Naik Lagi karena Konflik Iran-AS

EKONOMI
Update Harga Minyak: Anjlok 4 Persen, Brent Jatuh ke Bawah US$ 100

Update Harga Minyak: Anjlok 4 Persen, Brent Jatuh ke Bawah US$ 100

EKONOMI
Harga BBM di AS Sudah Melonjak 50% Akibat Perang dengan Iran

Harga BBM di AS Sudah Melonjak 50% Akibat Perang dengan Iran

EKONOMI
Australia Perbesar Penyimpanan Minyak hingga 50 Hari

Australia Perbesar Penyimpanan Minyak hingga 50 Hari

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon