ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

IISF 2024: KEM dan Amartha Inisiatif Bioekonomi melalui Perhutanan Sosial

Sabtu, 7 September 2024 | 18:39 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) dan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menyepakati program pengembangan pendanaan mikro dalam perhutanan sosial di ajang Indonesia International Sustainability Forum 2024 (IISF 2024).
Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) dan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menyepakati program pengembangan pendanaan mikro dalam perhutanan sosial di ajang Indonesia International Sustainability Forum 2024 (IISF 2024).

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia International Sustainability Forum 2024 (IISF 2024) menjadi salah satu acara flagship dalam pembahasan isu-isu keberlanjutan di Indonesia. Dalam ajang ini Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) dan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menyepakati program pengembangan pendanaan mikro dalam perhutanan sosial.

Program ini bertujuan untuk memperkuat sektor perhutanan sosial dan sistem agroforestri di beberapa wilayah yurisdiksi dengan menyediakan akses pendanaan mikro, meningkatkan kapasitas, serta literasi keuangan digital bagi pelaku usaha dan petani lokal.

“Kami percaya program ini akan membawa dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat, seperti yang sedang kami kerjakan di Bali Barat dan rencana di Trenggalek, yang merupakan bagian dari daerah cakupan kerja sama kami, sehingga mendukung pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan inklusif,” ujar Chief Risk & Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto dalam keterangannya, Sabtu (7/9/2024).

ADVERTISEMENT

Dia menilai kerja sama ini langkah strategis untuk memperluas akses pembiayaan produktif, mendorong, serta memperkuat sektor perhutanan sosial di Indonesia.

KEM berkomitmen untuk mendukung pengembangan ekosistem investasi berkelanjutan dengan target membuka peluang melalui transaksi, pendanaan dan investasi senilai US$ 200, dan mendukung lebih dari 100 bisnis ramah lingkungan di hutan, lahan gambut, dan ekosistem kritis lainnya di Indonesia.

“Indonesia masih sangat bergantung pada sektor ekstraktif seperti minyak dan gas. Namun, masa depan kita harus dibangun di atas fondasi yang lebih berkelanjutan. Inovasi berbasis alam dan bioekonomi memberikan solusi nyata untuk tantangan lingkungan dan menciptakan lapangan kerja. Dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, setiap langkah menuju pertumbuhan ekonomi juga akan berkontribusi pada perlindungan alam dan kesejahteraan sosial,” tambah Ketua Dewan Pengurus KEM, Gita Syahrani.


 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon