Bos BSI Sebut Mental Entrepreneur Umat Islam Masih Lemah
Rabu, 11 September 2024 | 17:28 WIB
Tigaraksa, Beritasatu.com - Komisaris Bank Syariah Indonesia (BSI) Komaruddin Hidayat menyebut mental entrepreneur umat Islam masih lemah. Hal ini disampaikannya merespons terkait kemitraan bank syariah di Indonesia yang masih minim.
Komaruddin menyebut umat Islam jangan hanya mengandalkan persatuan emosional saja, tetapi harus melangkah maju membangun koorporasi ekonomi.
"Umat Islam itu jangan hanya mengandalkan persatuan secara emosional, tetapi hendaknya melangkah lebih maju membangun koorporasi dan ekonomi. Kita masih lemah mental enterpreneur bagi umat Islam," ujar Komaruddin kepada wartawan seusai Konferensi Pemimpin Islam atau Islamic Leaders Conference 2024 di Menara Syariah PIK 2 Tangerang, Banten (11/9/2024).
Namun, Komaruddin optimistis bank syariah di Indonesia akan berkembang seiring waktu jika memenuhi beberapa syarat yakni profesional, kompetitif, nyaman, aman, murah, dan cepat. Hal ini karena masyarakat Indonesia memiliki kedekatan emosional dengan bank syariah.
"Bank syariah itu harus profesional, kompetitif, nyaman, aman, murah, dan cepat. Itu prinsip ya. Kalau itu bisa dijaga, maka bank syariah bisa melesat. Karena apa? Karena umat Islam, masyarakat Indonesia itu ada hubungan emosional dengan keagamaan," tuturnya.
"Namun, kalau hanya mengandalkan ikatan emosional, maka akan sulit berkembang. Namun, kalau itu dipenuhi plus syariah, maka itu akan besar dan para pimpinan bank syariah sudah paham akan hal itu," sambung Komaruddin.
Selain itu, Komaruddin menjelaskan bank syariah di Indonesia harus diisi oleh sumber daya manusia yang profesional, handal, terbaik yang setara dengan bank umum.
"Bank syariah itu harus diisi oleh SDM yang profesional, andal, setingkat, the best, minimal sama dengan bank-bank umum yang berpenampilan bagus. Namun, jangan sampai citra bahwa SDM syariah itu lebih rendah, nomor dua atau nomor tiga, jangan. Harus setingkat ke depan," jelasnya.
Mantan Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) ini membuka kemungkinan jika sumber daya manusia bank syariah bukan dari umat Islam. Namun, menurutnya umat Islam saat ini telah memiliki banyak keahlian di berbagai bidang.
"Tergantung dalam bidangnya, tetapi harus inklusif. Kalau diperlukan ya enggak apa-apa tetapi kan dengan umat Islam sebanyak ini, banyak juga yang ahli, seperti ahli IT, ahli finance, dan ahli banyak hal," tegas Komaruddin.
"Orang luar diperlukan walaupun hanya sebagai narasumber dan konsultan. Semua bank itu kan kerja sama, berarti harus terbuka dengan orang-orang yang lintas negara, bangsa, dan agama. Enggak bisa keuangan kok enggak kerja sama," pungkas Komaruddin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




