ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tol Trans Jawa Pangkas Sepertiga Waktu Tempuh Perjalanan Logistik

Rabu, 18 September 2024 | 14:02 WIB
MH
WP
Penulis: Mita Amalia Hapsari | Editor: WBP
Sejumlah kendaraan melintas di jalan Tol Trans Jawa di Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa, 11 Mei 2021.
Sejumlah kendaraan melintas di jalan Tol Trans Jawa di Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa, 11 Mei 2021. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Pembangunan Tol Trans-Jawa selama 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berdampak positif bagi sektor logistik Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

CEO Supply Chain Indonesia Setijadi mengatakan Pulau Jawa sebagai sentra ekonomi dan industri Tanah Air, memberikan kontribusi produk domestik bruto (PDB) terbesar, yakni sekitar 58%. Selain itu, Tol Trans-Jawa dapat memangkas sepertiga waktu tempuh perjalanan logistik.

"Katakanlah titik tertinggi itu dari Jakarta ke Surabaya, rute ini kalau kita menggunakan jalan pantura (pantai utara) rata-rata ditempuh sekitar 36 jam atau 1,5 hari. Namun, dengan jalan tol ini sangat luar biasa kecepatannya, dan akhirnya menghemat waktu menjadi hanya 12 jam. Jadi hanya sepertiganya," kata Setijadi di Jakarta, Selasa (17/9/2024).

ADVERTISEMENT

Selain menghemat waktu tempuh, lanjut dia, pengembangan Tol Trans-Jawa menambah frekuensi pengantaran lebih banyak dari sisi transporter. "Dengan kecepatan tersebut, ada kesempatan meningkatkan utilitas armada. Misal, sehari biasa sekian trip, menjadi sekian trip lebih banyak," ungkap Setijadi.

Sedangkan dari sisi pemilik barang atau pengguna jasa transportasi, ia menilai keberadaan tol ini memberikan harga lebih kompetitif. "Tentu akan menurunkan biaya transportasi perusahaan. Apakah itu terkait transportasi untuk inbound-nya atau bahan bakunya atau transportasi untuk bahan jadinya atau outbound logistiknya," sebut Setijadi.

Kendati demikian, ia berpendapat tarif Tol Trans-Jawa diharapkan dapat lebih murah. Ia mencontohkan tarif tol dari Jakarta ke Surabaya menelan biaya hingga Rp 1,234 juta untuk golongan truk.

"Ini merupakan angka yang masih terlalu tinggi atau masih mahal. Berdasarkan masukan dari pengguna, ini perlu dipertimbangkan, akan menjadi harga kompetitif ketika harganya berada Rp 700.000. Kalau kita pecah dari Jakarta ke Semarang itu sekitar Rp 400.000. Kemudian dari Semarang ke Surabaya itu Rp 300.000. Itu yang diharapkan," saran dia.

Selain Tol Trans-Jawa, Setijadi juga optimistis dampak serupa juga terjadi di ruas tol Sumatera.  Ia menilai, mobilitas komoditas perkebunan, pertanian, hingga peternakan, dari daerah ke luar pulau juga terbantu dengan adanya jalan tol.

"Dengan adanya tol di Sumatera, kelancaran barang menjadi luar biasa. Katakanlah perkebunan, pertanian, peternakan, dan sumber-sumber volume barang itu memang ada di tengah, jadi ketika ada jalan tol sebagai infrastruktur untuk transportasi interland, tentu akan membantu. Walaupun kita juga harus memanfaatkan transportasi air, dalam hal ini laut harus kita pikirkan ke depannya," pungkas dia. 
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon