ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Proyek Konektivitas Udara Era Jokowi Bikin Untung Sektor Perdagangan dan Transportasi

Jumat, 27 September 2024 | 07:27 WIB
AF
AD
Penulis: Alfida Rizky Febrianna | Editor: AD
Ilustrasi pesawat Cessna Grand Caravan.
Ilustrasi pesawat Cessna Grand Caravan. (cessna.txtav.com)

Jakarta, Beritasatu.com - Pembangunan infrastruktur transportasi udara yang masif dalam 10 tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, meningkatkan konektivitas udara di Indonesia. Konektivitas udara yang menjangkau hingga ke wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) ini dinilai menguntungkan, khususnya bagi sektor perdagangan dan transportasi.

Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia Falianty, sektor perdagangan membutuhkan konektivitas udara untuk mempermudah akses dan meningkatkan persediaan.

"Jadi sektor yang terdampak itu adanya perdagangan. Misalnya, masyarakat mudah mendapatkan kebutuhan pokok, mereka bisa berdagang. Kemudian juga bisa baik untuk sektor-sektor primer," ungkapnya, saat ditemui Beritasatu.com di Kampus FEB UI, Salemba, Jakarta, pada Kamis (26/9/2024).

ADVERTISEMENT

Dia menjelaskan, setiap daerah di Indonesia memiliki keunggulan, khusus pada komoditas-komoditas tertentu. Dengan adanya konektivitas udara, komoditas-komoditas unggulan yang dihasilkan setiap daerah bisa diekspor ke daerah lain, baik dalam maupun luar negeri.

"Misalnya mereka punya keunggulan-keunggulan daerah dari sumber daya alamnya, bisa dikelola. Bisa pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Produk-produk itu bisa diekspor dan dikembangkan. Jadi, selain untuk memenuhi kebutuhan di daerahnya, apabila mereka punya surplus, dengan adanya konektivitas ini kan tentu bisa diekspor juga dan itu menghasilkan pendapatan untuk masyarakat," terangnya.

Telisa menyampaikan, peningkatan pembangunan infrastruktur untuk konektivitas udara juga tentu berdampak baik bagi sektor transportasi dan distribusi, terutama yang memiliki pasar di daerah wilayah 3T.

"Penerbangan-penerbangan perintis jadi tumbuh. Di sini kan banyak vendor-vendor supplier dari pesawat-pesawat charter, dan itu juga mendapatkan order yang lebih banyak untuk mengantarkan. Misalnya untuk kebutuhan bansos, pilkada, obat-obatan waktu covid. Dengan adanya bandara-bandara ini sangat memudahkan untuk distribusi," paparnya.

Kemudian, dari sisi penyediaan pilot, pramugari, dan seterusnya, ataupun alat-alat pesawatnya. Lalu juga dari sisi jasa keuangannya.

"Jadi ada transaksi-transaksi keuangan yang terjadi juga, dan itu pasti akan terangka oleh kegiatan ini. Jadi itu akan menggerakkan ekonomi masyarakat," pungkasnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon