ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

SDM Tangguh Diperlukan untuk Capai Indonesia Emas 2045

Rabu, 9 Oktober 2024 | 07:25 WIB
JG
WP
Penulis: Juan Ardya Guardiola | Editor: WBP
Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Letnan Jenderal TNI (Purn.) Jonni Mahroza (dua kiri), bersama Rektor Universitas Bina Nusantara (Binus) Dr. Nelly, S.Kom (dua kanan), dan Chief Corporate Human Capital Development Astra Aloysius Budi Santoso (kanan) menjadi narasumber diskusi yang dipandu oleh managing director B-Universe Apreyvita Wulansari (kiri), dengan tema “The Future of Indonesia's Human Capital: Opportunities & Obstacles” dalam Plenary Session BNI Investor Summit 2024 di Jakarta, Selasa 8 Oktober 2024.
Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Letnan Jenderal TNI (Purn.) Jonni Mahroza (dua kiri), bersama Rektor Universitas Bina Nusantara (Binus) Dr. Nelly, S.Kom (dua kanan), dan Chief Corporate Human Capital Development Astra Aloysius Budi Santoso (kanan) menjadi narasumber diskusi yang dipandu oleh managing director B-Universe Apreyvita Wulansari (kiri), dengan tema “The Future of Indonesia's Human Capital: Opportunities & Obstacles” dalam Plenary Session BNI Investor Summit 2024 di Jakarta, Selasa 8 Oktober 2024. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045, Indonesia memerlukan sumber daya manusia (SDM) tangguh serta memiliki daya saing tinggi. Sebab dengan kualitas SDM bagus, Indonesia akan mampu bersaing dengan negara lain.

“Isu ini diangkat karena sangat spesifik dan penting untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” kata Managing Director B-Universe Apreyvita Wulansari yang menjadi moderator dalam sesi pleno bertajuk “The Future of Indonesia’s Human Capital: Opportunities & Obstacles” kepada Beritasatu.com dalam acara BNI Investor Daily Summit 2024 di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2024).

Apreyvita menjelaskan SDM tangguh yang dihasilkan melalui sistem sangat diperlukan dari sekarang. “Dengan pola treatment atau cara perekrutan seperti apa, nanti ke depannya sistem yang dijalankan itu memang harus dibangun,” imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Sistem yang matang akan dengan sendirinya mampu menyeleksi SDM sesuai kriteria yang diinginkan. “Rekrutmen yang dilakukan harus memiliki standar dengan potensi atau value dari perusahaan tersebut,” jelas Apreyvita.

Forum diskusi sesi pleno tersebut diikuti sejumlah pembicara mulai Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI (Purn) Jonni Mahroza, Rektor Universitas Binus Dr Nelly, dan Chief of Corporate Human Capital Development Astra Aloysius Budi Santoso.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon