Petrindo Ungkap 2 Strategi Hadapi Volatilitas Harga Komoditas Pertambangan untuk Jangka Panjang
Kamis, 10 Oktober 2024 | 11:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk memiliki dua strategi untuk menghadapi volatilitas harga komoditas pertambangan.
Chief Financial Officer PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, Kartika Hendrawan menyebut Petrindo memiliki positioning yang baru saat ini karena mulai menderspesifikasi usaha-usaha Petrindo keluar dari mineral di luar batu bara thermal.
“Contohnya kita sempat membeli satu company di awal tahun ini yakni PT Mutu, yang memiliki konsesi batu bara thermal yang memiliki CV cukup dan coking coal menjadi metalogic coo," kata Hendrawan kepada B-Universe di acara BNI Investor Daily Summit 2024, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (08/10/2024).
Kemudian strategi yang kedua yaitu integrasi, sehingga Petrindo mencoba menjadi mining company yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
"Jadi dalam hal ini kita sempat akuisisi satu company bernama PT Petrosea Tbk di mana Petrosea ini menjadi mining contractor. Jadi Petrindo ke depannya bukan hanya mining owner tapi juga menjadi mining contractor yang juga memiliki infrastruktur untuk pertambangan-pertambangan yang ada," ujarnya.
BACA JUGA
UMKM Binaan Pertamina Go Global, Sepakati Tiga Kerja Sama Dagang di Trade Expo Indonesia 2024
Maka dari itu, dua strategi tersebut diharapkan dapat menjadi strategi yang cukup tepat untuk mengatasi volatilitas.
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk turut ambil bagian dalam acara BNI Investor Daily Summit 2024 dan Chief Financial Officer PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, Kartika Hendrawan menjadi speaker di sesi bertajuk “The Future of Mining: Driving Efficiency and Sustainability through Technology” yang digelar pada 8-9 Oktober di JCC Senayan, Jakarta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




