ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AS Jadi Penyumbang Terbesar Surplus Neraca Perdagangan September 2024

Selasa, 15 Oktober 2024 | 12:50 WIB
AK
AD
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: AD
Ilustrasi bendera Amerika Serikat
Ilustrasi bendera Amerika Serikat (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 3,26 miliar pada September 2024. Jika dilihat dari negara mitra dagang, maka Amerika Serikat (AS) menjadi negara yang memberikan kontribusi terbesar ke surplus neraca perdagangan September 2024.

“Surplus terbesar dari negara Amerika Serikat sebesar US$ 1,39 miliar pada September 2024,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers secara hibrida di kantor BPS pada Selasa (15/10/2024).

Apabila diperinci secara bulanan, tiga komoditas penyumbang surplus adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya sebesar US$ 277,8 juta, pakaian dan aksesorisnya (rajutan) senilai US$ 214,3 juta, dan alas kaki senilai US$ 213,7 juta.   Secara kumulatif Januari-September 2024, surplus neraca perdagangan tercatat sebesar US$ 12 miliar.

ADVERTISEMENT

Surplus kedua yaitu dari negara India sebesar US$ 942,1 juta pada September 2024. Komoditas yang memberikan andil adalah komoditas bahan bakar mineral sebesar US$ 506,4 juta, lemak dan minyak hewani/nabati  sebesar US$ 196,6 juta, serta besi dan baja senilai US$ 175,7 juta.

Secara kumulatif, periode Januari-September 2024 dengan India mengalami surplus sebesar US$ 11,6 miliar. Komoditas yang memberikan andil adalah komoditas bahan bakar mineral sebesar US$ 5,5 miliar, lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$ 2,7 miliar, serta besi dan baja senilai US$ 1,2 miliar.

Negara selanjutnya, yakni Filipina, yang mengalami surplus neraca perdagangan sebesar US$ 783,9 juta pada September 2024. Komoditas yang menjadi penyumbang surplus adalah kendaraan dan bagiannya senilai US$ 285,4 juta, bahan bakar mineral senilai US$ 238,3 juta, dan lemak dan minyak hewan nabati sebesar US$ 51,2 juta.  

Secara kumulatif pada Januari-September 2024, Indonesia mengalami surplus dengan Filipina sebesar US$ 6,64 miliar.  Komoditas yang menjadi penyumbang surplus adalah bahan bakar mineral senilai US$ 2,1 miliar, kendaraan dan bagiannya senilai US$ 1,9 miliar,  serta berbagai makanan olahan senilai US$ 391,3 juta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Neraca Perdagangan RI Surplus pada Februari 2026

Neraca Perdagangan RI Surplus pada Februari 2026

MULTIMEDIA
BPS Catat Neraca Dagang RI Surplus 69 Bulan Berturut-turut

BPS Catat Neraca Dagang RI Surplus 69 Bulan Berturut-turut

EKONOMI
Impor Januari 2026 Naik 18,21 Persen, Capai Rp 356,84 Triliun

Impor Januari 2026 Naik 18,21 Persen, Capai Rp 356,84 Triliun

EKONOMI
Ekspor Nonmigas Dorong Surplus Perdagangan RI 2025 Rp 640 T

Ekspor Nonmigas Dorong Surplus Perdagangan RI 2025 Rp 640 T

EKONOMI
Surplus Neraca Perdagangan Perkuat Stabilitas Eksternal Perekonomian

Surplus Neraca Perdagangan Perkuat Stabilitas Eksternal Perekonomian

EKONOMI
Surplus Perdagangan Agustus Tembus US$ 5,49 Miliar, Rekor 64 Bulan

Surplus Perdagangan Agustus Tembus US$ 5,49 Miliar, Rekor 64 Bulan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon