ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Laba Bersih Toyota Merosot 26 Persen Imbas Skandal dan Penjualan di China

Kamis, 7 November 2024 | 14:37 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Chairman Toyota, Akio Toyoda yakin mobil listrik murni akan mengancam 5,5 juta pekerja otomotif di Jepang.
Chairman Toyota, Akio Toyoda yakin mobil listrik murni akan mengancam 5,5 juta pekerja otomotif di Jepang. (DOK/TMC)

Jakarta, Beritasatu.com - Laba bersih Toyota Motor Corporation pada enam bulan atau hingga September 2024 merosot 26,4% secara year on year (yoy). Selain itu, laba operasional perusahaan asal Jepang pada tahun fiskal 2024 menurun 3,7%.

Laba bersih Toyota tercatat sebesar 1,91 triliun yen atau Rp 196 triliun. Laba yang turun ini disebut karena beberapa skandal dan penurunan penjualan di pasar China.

Sementara, laba operasional perusahaan pada paruh pertama tahun fiskal 2024 menurun menjadi 2,46 triliun yen atau sekitar Rp 252 triliun.

ADVERTISEMENT

Toyota masih merasakan dampak dari skandal kualitas yang baru-baru ini terjadi. Sebelumnya perusahaan mengakui bahwa mereka belum sepenuhnya mematuhi standar pemerintah dalam uji coba kendaraan. Hal ini mengurangi proyeksi produksi untuk merek Toyota dan Lexus pada tahun fiskal ini, dari 10 juta unit menjadi 9,7 juta unit.

Insiden ini mengakibatkan penghentian produksi beberapa model populer Toyota, seperti SUV Yaris Cross, serta penghentian sebagian jalur produksi di Jepang, yang memengaruhi pendapatan.

Di pasar internasional, Toyota menghadapi tantangan di China, dengan semakin banyak konsumen yang beralih ke kendaraan listrik buatan merek lokal yang lebih terjangkau, dibandingkan dengan penawaran dari produsen asal Jepang.

Secara global, penjualan Toyota mencapai 5,37 juta kendaraan selama periode enam bulan, mengalami penurunan 4%, dengan penurunan sebesar 12,4% di Jepang dan 13,7% di China.

Namun, Toyota tetap mempertahankan perkiraan pendapatannya untuk tahun fiskal 2024 yang akan berakhir Maret 2024.

Perusahaan memperkirakan laba bersih pada periode itu akan turun sebesar 27,8% dari tahun sebelumnya, menjadi 3,57 triliun yen atau sekitar Rp 366 triliun. Sementara penjualan diperkirakan tumbuh 2% menjadi 46 triliun yen atau Rp 4,7 kuadriliun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Aset Tumbuh 7 Persen di Kuartal I, BTPN Syariah Catat Kinerja Positif

Aset Tumbuh 7 Persen di Kuartal I, BTPN Syariah Catat Kinerja Positif

EKONOMI
Kinerja Moncer 2025 Jadi Katalis Penguatan Saham BBCA

Kinerja Moncer 2025 Jadi Katalis Penguatan Saham BBCA

EKONOMI
Chandra Asri Cetak Laba Bersih US$1,4 Miliar, Siap Bidik Rekor di Q1-2026

Chandra Asri Cetak Laba Bersih US$1,4 Miliar, Siap Bidik Rekor di Q1-2026

EKONOMI
Pendapatan Melesat 63,6%, RMKO Catat Pertumbuhan Laba Bersih 122,6% pada 4Q 2025

Pendapatan Melesat 63,6%, RMKO Catat Pertumbuhan Laba Bersih 122,6% pada 4Q 2025

EKONOMI
Laba Bersih Tumbuh 20% YoY, ARKO Raih Rp 36,9 Miliar pada Semester Pertama 2025

Laba Bersih Tumbuh 20% YoY, ARKO Raih Rp 36,9 Miliar pada Semester Pertama 2025

EKONOMI
KB Bank Bukukan Laba Bersih Rp 373 Miliar Ditopang Kredit Sehat

KB Bank Bukukan Laba Bersih Rp 373 Miliar Ditopang Kredit Sehat

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon