Pendapatan Melesat 63,6%, RMKO Catat Pertumbuhan Laba Bersih 122,6% pada 4Q 2025
Rabu, 11 Maret 2026 | 15:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO IJ) perusahaan konstruksi yang fokus pada jasa pertambangan, penyewaan alat berat, dan konstruksi, hari ini berkolaborasi dengan NH Korindo Sekuritas Indonesia menyelenggarakan earnings call untuk mengumumkan kinerja keuangan dan operasional untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Perseroan berhasil menutup tahun 2025 dengan catatan positif, ditandai dengan lonjakan pendapatan usaha sebesar 63,6% yoy serta perbaikan signifikan pada arus kas operasional.
Pertumbuhan pendapatan usaha yang impresif ini ditopang kuat oleh kinerja dua segmen utama, yakni segmen usaha sewa alat berat dan segmen konstruksi. Segmen sewa mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 24,7% yoy, yang didorong oleh lonjakan volume downstream hauling hingga 63,5 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, serta peningkatan volume muatan kereta sebesar 97,8% yoy. Sementara itu, segmen konstruksi turut berkontribusi positif seiring dengan rampungnya proyek hauling road milik Grup.
BACA JUGA
PEB & RMKE Tandatangani MoU Strategis untuk Pengembangan Infrastruktur dan Logistik Batubara
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, RMKO berhasil membukukan laba bersih pada 4Q 2025 dengan pertumbuhan mencapai 122,6% yoy menjadi Rp1.9 miliar. Meskipun secara akumulatif kinerja tahun 2025 masih mencatatkan kerugian, angka kerugian tersebut semakin mengecil menjadi Rp49,4 miliar, menandakan keberhasilan strategi efisiensi dan peningkatan produktivitas Perseroan.
Di tengah fase peralihan dari tahap investasi masif menuju operasional penuh, RMKO tetap menjaga kesehatan neraca keuangan. Perseroan mencatatkan rasio utang terhadap ekuitas yang terjaga di level 0,5 kali. Selain itu, arus kas dari aktivitas operasi melonjak drastis sebesar 16 kali lipat pada 4Q 2025 menjadi Rp 220.2 miliar, seiring dengan meningkatnya pendapatan usaha Perseroan.
Direktur RMKO, William Saputra, menyampaikan RMKO telah berhasil meningkatkan kinerja operasionalnya secara signifikan sejak 3Q 2025 hingga penutupan tahun lalu. Kami sangat optimis melihat pertumbuhan yang kuat ini akan berlanjut pada tahun 2026.
“Kami meyakini tren ini akan terus terjaga dengan adanya pelimpahan proyek yang diperoleh RMKO dari Grup. Kami juga akan terus memperkuat sinergi antar grup untuk meningkatkan volume batubara dari tambang-tambang pihak ketiga, didukung oleh fasilitas infrastruktur pendukung yang kini telah terintegrasi dengan baik," ujar William.
William juga menambahkan bahwa RMKO mulai merasakan dampak positif nyata dari penyelesaian dan operasional penuh fasilitas hauling road RMKE. Momentum pertumbuhan ini semakin diperkuat dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Daerah yang melarang penggunaan jalan umum untuk angkutan batubara efektif sejak 1 Januari 2026, yang menjadikan hauling road milik Grup sebagai infrastruktur vital dan strategis.
Target Optimistis Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, RMKO memfokuskan strateginya pada peningkatan sinergi bisnis dengan RMKE seiring bertambahnya klien baru yang memanfaatkan fasilitas hauling road. Manajemen telah menetapkan target operasional yang agresif namun terukur untuk tahun ini.
“Kami menargetkan untuk meningkatkan volume Train Loading System (TLS) menjadi 3,6 juta ton dan meningkatkan volume angkutan via hauling road menjadi 1,8 juta ton pada tahun ini,” jelas William.
Didukung oleh sinergi Grup yang semakin kuat, kinerja RMKO pada Januari 2026 juga telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, memberikan sinyal awal yang baik untuk pencapaian target tahunan.
"Dengan strategi yang solid ini, kami yakin RMKO akan segera beralih sepenuhnya dari fase investasi ke fase operasi yang lebih mature, serta memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," tutup William.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




