PPN Vietnam 8 Persen Lebih Rendah dari Indonesia, Kemenperin Ajak Diskusi K/L
Selasa, 10 Desember 2024 | 14:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merespons keputusan Pemerintah Vietnam yang mempertahankan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 8 persen saat Indonesia bersikeras tetap menaikkan PPN menjadi 12 persen pada 2025.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza menyampaikan, Kemenperin tengah mendiskusikan hal ini dan mengajak kementerian/lembaga (K/L) lain untuk membuka peluang yang sama seperti Vietnam.
"Hari ini saya dengar Vietnam sudah menurunkan PPN 8 persen, pasti karena ada upaya-upaya agresif yang ditangkap. Nah, kami, pemerintah, Kementerian Perindustrian lagi mendiskusikan dan mengajak K/L lain supaya bisa sama-sama menangkap peluang-peluang seperti ini," ungkap Faisol, di kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (10/12/2024).
Menurut Faisol, Indonesia perlu memanfaatkan momen ketika banyak perusahaan Tiongkok mencari tempat baru untuk ekspansi bisni, terutama yang berorientasi ekspor.
Apalagi, setelah Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump mengubah peta ekspor impor global. Pemerintah AS akan membatasi dan menerapkan bea masuk tinggi terhadap barang Tiongkok.
"Mereka sekarang berlomba-lomba mencari tempat baru, salah satunya Indonesia. Namun, karena ini namanya perubahan, siapa cepat dia dapat. Kalau kita enggak cepat, pasti enggak dapat. Nah, siapa cepat menyediakan inisiatif, menyediakan sweetener untuk industri, akan masuk, pasti dia dapat," tuturnya.
Faisol menilai, langkah Vietnam menurunkan PPN sebagai upaya agresif menjaring industri Tiongkok masuk ke negaranya. Indonesia dinilai perlu memberikan insentif serupa.
"Jadi, kuncinya sweetener untuk industri baru yang akan masuk akan menjadi poin utama bagi negara-negara yang menjadi tujuan relokasi industri Tiongkok," pungkasnya.
Mengutip Vatupdate, Senin (9/12/2024), Vietnam akan tetap memperpanjang tarif PPN menjadi 8 persen hingga pertengahan 2025. Kebijakan ini merupakan lanjutan dari pemotongan tarif PPN yang seharusnya berlaku sebesar 10 persen.
Pemangkasan tarif PPN menjadi 8 persen merupakan langkah Vietnam untuk mendukung perekonomian setelah pandemi Covid-19. Kebijakan ini diterapkan sejak 2022 dan diperbarui setiap 6 bulan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




