BNI Investor Daily Roundtable, Indonesia Optimistis Hadapi Tantangan Global
Jumat, 17 Januari 2025 | 11:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Acara BNI Investor Daily Roundtable yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (15/1/2025), mengusung tema “Tumbuh Lebih Tinggi Menghadapi Tantangan Domestik dan Tekanan Global”. Diskusi ini menghadirkan narasumber utama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Royke Tumilaar. Acara dipandu oleh Executive Chairman B Universe, Enggartiasto Lukita.
Dalam paparannya, Airlangga Hartarto menyatakan optimisme terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global. Ia menyebut sejumlah lembaga internasional seperti IMF, World Bank, dan OECD masih memandang positif perekonomian Indonesia dengan target pertumbuhan 5,2% pada 2025.
“Outlook perekonomian Indonesia tetap positif. Berbagai lembaga internasional optimistis bahwa target 5,2% tahun ini bisa tercapai. Hingga saat ini, asumsi APBN masih sesuai dengan proyeksi Kementerian Keuangan, sehingga kami tetap optimistis terhadap pencapaian target-target yang telah ditetapkan,” ujar Airlangga.
Menko Perekonomian juga menambahkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menghadapi tantangan global berkat stabilitas ekonomi dan kebijakan fiskal yang terukur.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Royke Tumilaar, menyampaikan optimisme terhadap target pertumbuhan kredit BNI sebesar 10% di tahun 2025. Optimisme ini didasarkan pada tren pertumbuhan kredit yang konsisten di atas 10% dalam beberapa tahun terakhir. Pada Juni 2024, misalnya, BNI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 11,7%.
“Rata-rata pertumbuhan kredit kami selalu di atas 10%. Dengan dukungan program-program pemerintah yang kuat, kami yakin target 10% pada 2025 pasti tercapai,” ungkap Royke.
Ia juga mengungkapkan kontribusi signifikan BNI terhadap penerimaan negara, yakni Rp 77 triliun sepanjang 2019 hingga September 2024, yang terdiri dari pajak sebesar Rp 53,4 triliun dan dividen Rp 23,6 triliun. Hingga kuartal III-2024, BNI mencatat total aset sebesar Rp 1 triliun, tumbuh 5,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Indonesia dan ASEAN, Pilar Stabilitas di Tengah Ketidakpastian Global
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, SEVP Research BNI Sekuritas, Erwan Teguh, menyebut ASEAN akan menjadi kawasan yang lebih stabil. Ia juga menyoroti risiko politik global, termasuk kemungkinan kebijakan kontroversial jika Donald Trump kembali berkuasa di AS.
“Kemenangan Donald Trump yang didukung dominasi Partai Republik dapat menghadirkan kebijakan kontroversial, yang berpotensi menambah risiko terhadap pertumbuhan global,” jelas Erwan.
Namun, Erwan optimistis Indonesia memiliki daya tahan lebih baik dibandingkan negara-negara lain berkat fokus ekonomi yang berbasis konsumsi domestik. Pemerintahan baru Indonesia, yang didukung oleh koalisi terbesar dalam sejarah parlemen, diharapkan dapat mempercepat reformasi, memberikan arah kebijakan yang lebih jelas, dan memastikan kebijakan dilaksanakan dengan lebih baik.
Dengan dukungan kebijakan fiskal dan reformasi yang konsisten, Indonesia diprediksi mampu menjadi salah satu negara yang tumbuh lebih tinggi di tengah tekanan domestik dan global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




