ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ekonomi Indonesia 2024 Lampaui Singapura-Malaysia, PDB Capai Rp 22.139 Triliun

Kamis, 6 Februari 2025 | 08:39 WIB
BI
DM
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: DM
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto. (Beritasatu.com/Bambang Ismoyo)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 mencapai 5,03%, mengungguli Singapura dan Malaysia.

Pada kuartal IV 2024, ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% (yoy), lebih tinggi dari Singapura (4,3%), Arab Saudi (4,4%), dan Malaysia (4,8%). Stabilitas ekonomi ini ditopang oleh kebijakan fiskal yang hati-hati, inflasi rendah, dan peningkatan investasi publik.

Sepanjang 2024, PDB Indonesia mencapai Rp 22.139 triliun, naik dari Rp 20.892 triliun pada 2023. PDB per kapita juga naik menjadi Rp 78,62 juta (US$ 4.960,33).

ADVERTISEMENT

"Angka ini menegaskan kita masuk dalam zona pertumbuhan 5%, sekaligus menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia," ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (5/2/2025).

Pada Desember 2024, inflasi tercatat 1,57% (yoy), masih dalam rentang sasaran 2,5% ± 1%. Realisasi inflasi Januari 2025 sebesar 0,76%, didukung oleh diskon tarif listrik 50% dan penurunan harga tiket pesawat paa akhir 2024.

Salah satu yang mendongkak pertumbuhan ekonomi dan PDB 2024, yaitu program mudik gratis, diskon tiket pesawat 10%, harbolnas, EPIC sales, serta insentif belanja lainnya juga meningkatkan daya beli masyarakat, yang berkontribusi Rp 71 triliun pada Desember 2024.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,94%, menyumbang 54% dari ekonomi Indonesia. Sementara itu, konsumsi pemerintah juga meningkat, didorong oleh belanja pegawai dan barang/jasa.

Dari sisi lapangan usaha, lima sektor utama penyumbang PDB, yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan. Kelima sektor ini berkontribusi 63,9% terhadap PDB 2024.

Secara wilayah, pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia tetap solid. Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku-Papua mencatat pertumbuhan di atas rata-rata nasional. Sektor industri logam menopang pertumbuhan di Maluku, Papua, dan Sulawesi. Sementara itu, sektor pariwisata masih menjadi andalan di Bali dan Nusa Tenggara.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi 2025, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan, di antaranya stimulus HBKN Ramadan-Idulfitri, seperti diskon tiket pesawat, harbolnas, EPIC sales, diskon tarif tol, stabilisasi harga pangan, program makan bergizi gratis, penguatan ketahanan pangan dan energi, revisi PP 5 untuk mempermudah investasi, serta keberlanjutan tax holiday dan tax allowance untuk menarik investor.

Dengan strategi ini, pemerintah optimis Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5% pada 2025, melampaui pertumbuhan ekonomi dan PDB 2024.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon