BEI: Kebijakan Tarif Trump Dorong Ketidakpastian Global
Kamis, 6 Februari 2025 | 14:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menyatakan kebijakan tarif perdagangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait tarif perdagangan, memicu ketidakpastian global. Jeffrey mengungkapkan ketegangan perdagangan antara AS dan China, serta dinamika ekonomi dengan negara-negara lain seperti Kanada dan Meksiko, menjadi faktor utama yang menyebabkan ketidakpastian tersebut.
Kebijakan Trump yang menunda penerapan tarif 25% terhadap Kanada dan Meksiko untuk 30 hari ke depan, menyusul pengumuman kedua negara untuk meningkatkan keamanan di perbatasan, memperburuk ketidakpastian pasar global. Sementara itu, tarif tambahan 10% terhadap barang impor China ke AS mulai diberlakukan pada Selasa (4/2/2025) pukul 12.00 waktu Amerika Timur.
"Kebijakan yang telah diumumkan namun kemudian ditunda menciptakan ketidakpastian yang semakin besar bagi pasar global," ujar Jeffrey di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (6/2/2025).
Jeffrey menambahkan, ketidakpastian global ini tidak hanya memengaruhi negara besar, tetapi juga berdampak pada stabilitas ekonomi Indonesia. Dampaknya meluas ke nilai tukar mata uang, kebijakan perdagangan, dan rantai pasok global. Perubahan konstelasi ekonomi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku bisnis di Indonesia.
“Investor harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, terutama mengingat kemungkinan fluktuasi yang lebih besar di pasar keuangan domestik,” tambah Jeffrey.
Untuk mengantisipasi dampak ketidakpastian global, Jeffrey menyarankan investor untuk menganalisis kebijakan pemerintah, respons negara lain, serta tren historis. Hal ini dapat membantu dalam membuat keputusan investasi yang lebih matang dan terukur.
Untuk membantu investor menghadapinya, BEI merencanakan peluncuran instrumen keuangan baru, seperti short selling dan intraday short selling.
"Produk-produk ini diharapkan memberikan lebih banyak opsi strategi bagi investor, terutama saat pasar mengalami fluktuasi tinggi dalam waktu singkat," ungkapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




