ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bos Bursa Sebut Tiga Faktor Penyebab IHSG Sepekan Anjlok

Jumat, 28 Februari 2025 | 21:06 WIB
MS
AD
Penulis: Monique Handa Shafira | Editor: AD
Ilustrasi IHSG.
Ilustrasi IHSG. (Antara/Dhemas Reviyanto)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyampaikan penyebab indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan yang anjlok.

Dikatakan Iman, indeks tercatat mengalami pelemahan 4,67% sepekan atau week on week (wow) pada periode 21-27 Februari 2025. Pelemahan ini disebabkan oleh faktor global, domestik, dan korporasi perusahaan itu sendiri.

“Indeks itu (turun) pasti karena tiga hal, yakni bagaimana global, domestik, dan korporasinya sendiri. Itu tiga hal yang jadi isu,” ujar Iman di kantornya, Jakarta, Jumat (28/2/2025) siang.

ADVERTISEMENT

Pertama, yakni perang tarif antara Amerika Serikat (AS) dan negara mitra dagang, seperti Meksiko dan Kanada sehingga memengaruhi aliran modal asing.

Menurutnya, banyak dana asing yang mengalir ke AS karena faktor keamanan. Hal ini pun turut berdampak pada negara emerging market, termasuk Indonesia.

“Trump 2.0 tidak gampang dan menarik, bahwa ya 70% dana itu fly to quality to US. Jadi memang juga tidak gampang. Asing itu sekarang masuk ke US ya, termasuk juga selalu ada ancaman tarif. Kemarin Meksiko sama Kanada, Kanada melawan, lalu muncul lagi UE (Uni Eropa). Jadi selalu ada cerita tentang tarif,” ucapnya saat IHSG sepekan anjlok.

Di sisi lain, kebijakan The Fed yang diekspektasikan dapat menurunkan suku bunga, ternyata tidak memberikan dampak sesuai ekspektasi. Menurutnya, The Fed paling banyak akan menurunkan suku bunga acuan satu kali pada tahun ini.

“Jadi sekarang kita tahu interest rate ini sensitif terhadap bursa, terhadap equity. Kalau interest yang naik di US,” ujar Iman.

Kedua, yakni ketidakpastian ekonomi domestik dan dominasi asing. Iman mengungkapkan, jumlah investor di pasar modal Indonesia masih didominasi oleh investor asing, yakni sebesar 40%.

Iman menyebut, kondisi tersebut memengaruhi kondisi indeks karena ketika investor asing menarik diri sehingga pasar domestik yang lebih terbatas tidak mampu menopang pergerakan indeks.

Ketiga, yakni koreksi pasar dan laporan keuangan emiten. Iman mengatakan, meskipun ada beberapa emiten yang melaporkan kenaikan laba, tetapi hasil tersebut masih di bawah ekspektasi konsensus pasar.

“Ini yang menjadi kondisi-kondisi yang juga memperparah (IHSG),” tandasnya ketika berkomentar terkait IHSG sepekan yang anjlok.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kapitalisasi Pasar BEI dalam Sepekan Naik 0,19 Persen Jadi Rp 12.406 T

Kapitalisasi Pasar BEI dalam Sepekan Naik 0,19 Persen Jadi Rp 12.406 T

EKONOMI
IHSG Sepekan Menguat Tipis 0,18 Persen, Transaksi Bursa Justru Menguat

IHSG Sepekan Menguat Tipis 0,18 Persen, Transaksi Bursa Justru Menguat

EKONOMI
Kapitalisasi Pasar BEI Turun 2,78 Persen Jadi Rp 12.382 Triliun

Kapitalisasi Pasar BEI Turun 2,78 Persen Jadi Rp 12.382 Triliun

EKONOMI
IHSG dalam Sepekan Turun 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Anjlok

IHSG dalam Sepekan Turun 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Anjlok

EKONOMI
IHSG Sepekan Naik 6,14 Persen ke 7.458, Kapitalisasi Naik 7,18 Persen

IHSG Sepekan Naik 6,14 Persen ke 7.458, Kapitalisasi Naik 7,18 Persen

EKONOMI
IHSG Sepekan Turun 0,99 Persen, Kapitalisasi BEI Makin Menyusut

IHSG Sepekan Turun 0,99 Persen, Kapitalisasi BEI Makin Menyusut

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon