ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Nilai Tukar Petani di Sulbar 104,76

Kamis, 2 Juli 2015 | 03:53 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ilustrasi Petani.
Ilustrasi Petani. (Antara/Ahmad Subaidi)

Mamuju - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) di wilayah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), pada medio Juni Tahun 2015, sebesar sebesar 104,76 atau meningkat 0,93 persen dibandingkan NTP Mei 2015 yang sebesar 103,79.

"Ada lima sektor yang menjadi pemicu meningkatnya NTP Sulbar. Hal ini tentu ikut mempengaruhi terjadinya inflasi di wilayah perdesaan," kata Kepala BPS Sulbar, Setianto, di Mamuju, Rabu (1/7).

Setianto menjelskan, lima sektor yang mempengaruhi perkembangan NTP di antaranya subsektor Tanaman Pangan (NTP-P) 96,75, Subsektor Hortikultura (NTP-H) 100,54, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat DR) 114,51, Subsektor Peternakan (NTP-T) 101,66, dan Subsektor Perikanan (NTN) 101,26. NTP Subsektor Perikanan terbentuk dari gabungan perikanan tangkap dan budidaya perikanan yang memiliki NTP masing-masing sebesar 101,66 dan 100,53.

Menurutnya, hasil pemantauan harga konsumen perdesaan menunjukkan terjadinya inflasi perdesaan di Sulawesi Barat pada Juni 2015 sebesar 1,06 persen, yang secara umum dipicu oleh meningkatnya indeks harga tujuh kelompok pengeluaran diantaranya indeks harga kelompok pengeluaran bahan makanan meningkat sebesar 2,10 persen, indeks harga kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau meningkat sebesar 0,59 persen.

ADVERTISEMENT

Kemudian kata dia, indeks harga kelompok pengeluaran perumahan sebesar 0,03 persen, indeks harga kelompok pengeluaran sandang sebesar 0,13 persen, indeks harga kelompok pengeluaran kesehatan sebesar 0,28 persen, dan kelompok pengeluaran transportasi dan komunikasi sebesar 0,06 persen. Sementara itu indeks harga kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olah raga mengalami deflasi sebesar -0,09 persen.

"Inflasi di daerah perdesaan terjadi di 31 provinsi di Indonesia, tertinggi di Sumatera Selatan 1,38 persen dan terendah di Maluku 0,14 persen. Sementara itu dua provinsi mengalami deflasi perdesaan, yaitu Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat mengalami deflasi masing-masing sebesar -0,46 persen dan -0,08 persen dan Sulawesi Barat menempati urutan ke-13 dari 31 provinsi yang mengalami inflasi," terangnya.

Untuk skala nasional, NTP bulan Juni 2015 sebesar 100,52 atau meningkat sebesar 0,50 persen dibandingkan bulan Mei 2015, dan mengalami inflasi perdesaan sebesar 0,82 persen.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pertanian Moncer, Wamentan Sudaryono Minta HKTI Ikut Kawal Program

Pertanian Moncer, Wamentan Sudaryono Minta HKTI Ikut Kawal Program

EKONOMI
BI: Sektor Pertanian Jadi Penopang Ekonomi RI

BI: Sektor Pertanian Jadi Penopang Ekonomi RI

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon