ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Moody's Pertahankan Outlook Stabil untuk Perekonomian Indonesia

Sabtu, 22 Maret 2025 | 09:38 WIB
AK
AD
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: AD
Suasana padatnya lalu lintas saat jam pulang kerja di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Rabu 5 Februari 2025.
Suasana padatnya lalu lintas saat jam pulang kerja di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Rabu 5 Februari 2025. (Beritasatu.com/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga pemeringkat Moody’s menilai perekonomian Indonesia tetap resilient, didukung oleh pertumbuhan yang stabil serta kredibilitas kebijakan moneter dan fiskal yang terjaga. 

Keunggulan sumber daya alam dan bonus demografis turut memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Komitmen otoritas moneter dan fiskal dalam menjaga stabilitas makroekonomi menjadi faktor utama yang mendukung posisi sovereign credit rating (SCR) Indonesia pada level Baa2 dengan outlook stabil.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, kepercayaan Moody’s terhadap ketahanan perekonomian Indonesia mencerminkan keyakinan dunia internasional terhadap fundamental ekonomi yang solid, meskipun ketidakpastian global masih tinggi.

ADVERTISEMENT

"Kredibilitas kebijakan yang dijaga dengan baik serta sinergi antara otoritas ekonomi menjadi kunci dalam memastikan stabilitas makroekonomi tetap terjaga," ucap Perry dalam keterangannya, Sabtu (22/3/2025).

Perry menambahkan, koordinasi kebijakan dilakukan dalam berbagai aspek, termasuk stabilisasi nilai tukar rupiah untuk mengantisipasi dinamika global dan mendorong pembiayaan ekonomi melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM), serta mendukung transformasi digital pemerintah.

Selain itu, penguatan hilirisasi dan ketahanan pangan juga menjadi prioritas. BI terus mempererat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) guna menjaga stabilitas sistem keuangan.

Moody’s menilai permintaan domestik yang kuat, terutama dari konsumsi rumah tangga dan investasi, akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 dan 2026.

Keberlanjutan kebijakan yang mendorong daya saing sektor manufaktur dan komoditas juga berkontribusi positif terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi serta pendapatan nasional yang lebih berkelanjutan.

Lebih lanjut, penguatan pendapatan pemerintah, fleksibilitas fiskal, serta pendalaman pasar keuangan menjadi faktor yang berpotensi meningkatkan peringkat SCR Indonesia di masa mendatang.

"Untuk menjaga kepercayaan global terhadap perekonomian Indonesia, BI akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah guna menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan program Asta Cita pemerintah," pungkas Perry.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BI: Jakarta Topang 16,67 Persen Ekonomi Nasional

BI: Jakarta Topang 16,67 Persen Ekonomi Nasional

EKONOMI
Kuartal I, Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5,3 Persen

Kuartal I, Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5,3 Persen

EKONOMI
Bertemu IMF dan World Bank, BI Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas

Bertemu IMF dan World Bank, BI Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas

EKONOMI
Menkeu: Ekonomi RI Ekspansif, Siap Hadapi Risiko Global

Menkeu: Ekonomi RI Ekspansif, Siap Hadapi Risiko Global

EKONOMI
Peran Data Ekonomi dari SE2026 untuk Indonesia Emas 2045

Peran Data Ekonomi dari SE2026 untuk Indonesia Emas 2045

EKONOMI
Sensus Ekonomi: Cerminan Dekade Dinamika Usaha Ekonomi di Indonesia

Sensus Ekonomi: Cerminan Dekade Dinamika Usaha Ekonomi di Indonesia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon