ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pasar Saham Goyang gegara Trump, Ini Sektor yang Diincar Investor

Kamis, 17 April 2025 | 14:48 WIB
RS
AD
Penulis: Rama Sukarta | Editor: AD
Ilustrasi IHSG.
Ilustrasi IHSG. (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, Beritasatu.com - Pasar saham dunia diguncang ketidakpastian akibat perang tarif yang dicetuskan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Usai mengumumkan tarif resiprokal yang tinggi kepada puluhan negara di dunia, Trump memilih untuk menahan implementasi kebijakan kontroversial tersebut selama 90 hari sejak Rabu, 9 April 2025.

Mencermati Hal tersebut, Direktur KISI Asset Management Arfan F Karniody mengatakan bahwa pada saat ini investor dapat membidik saham saham berbasis ekspor yang dapat mendulang dollar AS.

"(Stabilitas global,) Ini kita enggak ada yang tahu. Ini hanya di benaknya Donald Trump. Jadi begitu kita melihat kemungkinan rupiah akan melemah, kita langsung beralih dan mulai melakukan repositioning, yaitu kita melakukan penambahan kepemilikan di beberapa saham yang export-based," ucap Arfan kepada B-Universe di PIK2 Tangerang, Kamis (17/4/2025). 

ADVERTISEMENT

Menurut Arfan, selain sektor komoditas berbasis ekspor, komoditas emas dan saham emas juga patut untuk diperhatikan. Sebab, menurut pengamatannya selama beberapa hari terakhir, harga saham emas cenderung naik.  

Sektor ketiga yang dapat dicermati oleh investor, menurut Arfan, adalah konsumer. Alasan sektor konsumer masuk dalam radar Arfan adalah karena sektor tersebut dianggap agile. 

Terakhir, Arfan menjelaskan peluang yang bisa diintip oleh investor pada pasar saham yang harganya telah terdiskon. 

"Saya bilang sudah cukup, waktunya sudah minimal mulai melirik-lirik dan melihat-lihat. Terbukti juga dengan banyaknya perusahaan yang mulai melakukan dan mengumumkan, paling enggak mengumumkan untuk melakukan buyback," ujarnya.

"Ya, artinya mereka tahu value-nya sekarang lagi di bawah, lagi tertekan, tetapi mereka tidak melihat adanya gangguan yang signifikan, sehingga langsung mengumumkan buyback. Ditambah lagi ada relaksasi peraturan untuk buyback enggak perlu RUPS lagi, jadi langsung cepet bisa. Saya bilang sih, itu berita yang sangat baik," pungkas Arfan terkait pasar saham.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kenapa Phishing Jadi Ancaman untuk Investor Saham?

Kenapa Phishing Jadi Ancaman untuk Investor Saham?

EKONOMI
OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

EKONOMI
Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

EKONOMI
18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

EKONOMI
Jelang Pengumuman MSCI, OJK Prediksi Ada Saham Terdepak

Jelang Pengumuman MSCI, OJK Prediksi Ada Saham Terdepak

EKONOMI
Penutupan Sesi I, IHSG Hari Ini Anjlok Makin Dalam hingga 1,14 Persen

Penutupan Sesi I, IHSG Hari Ini Anjlok Makin Dalam hingga 1,14 Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon