China Ancam Negara yang Negosiasi Tarif Trump, Begini Sikap Indonesia!
Selasa, 22 April 2025 | 07:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Indonesia akan tetap menjaga hubungan baik dengan China. Hal itu merespons sikap Tiongkok yang mengancam sejumlah negara yang bernegosiasi kebijakan tarif impor Amerika Serikat dengan Presiden Donald Trump.
"Kita tetap melakukan kegiatan berhubungan dengan mitra-mitra kita yang lain. Kita tidak mengambil tindakan balasan termasuk dengan Amerika," kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono Djatmiko di kantor Kemendag, Jakarta, Senin (21/4/2024).
Djatmiko mengatakan Pemerintah Indonesia selalu menjunjung tinggi prinsip kerja sama perdagangan multilateral. Indonesia juga selalu menghormati keputusan langkah yang diambil oleh negara-negara mitra, termasuk China.
Baca Juga: Perang Tarif: China Pulangkan Lagi Jet Boeing 737 Max ke AS
Apabila ada suatu poin atau isu yang kiranya tak sejalan, Pemerintah Indonesia selalu mendorong penyelesaian di forum diplomasi dan negosiasi perdagangan.
"Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok, kita selalu menjunjung tinggi prinsip perdagangan multilateral. Kita saling menghormati hak dan kewajiban kita masing-masing," pungkasnya.
Diketahui, Indonesia terus bernegosiasi dan diplomasi perdagangan dengan sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat terkait tarif impor Trump, meski China mulai menebar ancaman.
Baca Juga: Indonesia Negosiasi Tarif Trump, AS: Hasilnya Untungkan Kedua Pihak
Indonesia telah menyampaikan sejumlah tawaran kepada Amerika Serikat antara lain dengan meningkatkan pembelian energi, produk pertanian, dan engineering, procurement, construction (EPC), memberikan insentif dan fasilitas bagi perusahaan AS dan Indonesia, membuka dan mengoptimalkan kerja sama critical mineral, memperlancar prosedur, serta proses impor untuk produk Amerika, dan mendorong investasi strategis dengan skema business to business.
Indonesia juga menyampaikan pentingnya memperkuat kerja sama pendidikan, sains, ekonomi digital, dan pelayanan finansial, penetapan tarif yang lebih rendah dari negara kompetitor untuk produk ekspor utama yang tidak akan bersaing dengan industri dalam negeri di Amerika Serikat seperti garmen, alas kaki, tekstil, furnitur, dan udang, serta juga menyampaikan pentingnya memastikan ketahanan rantai pasok dari produk strategis dalam menjaga economic security.
Indonesia dan Amerika Serikat sepakat menyelesaikan perundingan tersebut dalam 60 hari. Pemerintah Indonesia berharap dalam waktu 60 hari tersebut, kerangka kerja sama yang telah disepakati dapat diformalkan dalam bentuk perjanjian yang disetujui bersama.
Sebelumnya, China mengancam sejumlah negara yang bernegosiasi terkait tarif impor Trump. China akan menyiapkan serangan balasan apabila ada kesepakatan negara-negara mitranya dengan AS yang merugikan kepentingan Tiongkok.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




