Harga Emas Dunia Anjlok setelah Sentimen Pasar Membaik
Kamis, 24 April 2025 | 09:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga emas dunia Anjlok pada perdagangan Rabu (23/4/2025), melanjutkan penurunan dari rekor tertingginya yang tercapai sehari sebelumnya. Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya minat investor terhadap instrumen berisiko, seiring meredanya kekhawatiran pasar.
Harga emas dunia anjlok terjadi seusai pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menyatakan tidak akan memberhentikan Ketua Federal Reserve Jerome Powell, serta memberi sinyal positif dalam negosiasi dagang dengan China.
Melansir CNCB International, Kamis (24/4/2025), harga emas spot merosot 3% menjadi US$ 3.281,6 per troy ons, setelah pada Selasa (22/4/2025) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 3.500,05. Sementara itu, kontrak berjangka emas di AS turun 3,7% ke posisi US$ 3.294,10 per ons.
“Pasar mulai keluar dari mode panik akibat ketegangan tarif. Kami melihat rotasi besar dari aset safe haven menuju saham-saham teknologi besar, seperti Apple dan Tesla,” kata Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures Phillip Streible.
Pernyataan Trump yang bersikap lebih akomodatif terhadap Ketua The Fed turut mendorong penguatan dolar AS, sekaligus menumbuhkan harapan baru di pasar. Sebelumnya, Trump sempat melayangkan kritik keras terhadap Powell terkait kebijakan suku bunga.
Pada sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyuarakan bahwa bea masuk antara AS dan China perlu diturunkan agar proses perundingan perdagangan dapat kembali berjalan.
Selama 2025, harga emas dunia sempat mengalami lonjakan lebih dari 26%. Kenaikan ini dipicu oleh aksi beli dari bank sentral, kekhawatiran atas perang dagang global, serta tingginya permintaan investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.
Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa harga emas berpotensi mengalami koreksi lanjutan, terlebih setelah gagal mempertahankan level psikologis US$ 3.500.
“Dari perspektif teknikal, lonjakan emas hingga menembus US$ 3.500 lalu berbalik turun menunjukkan kemungkinan koreksi lebih dalam dalam waktu dekat,” ujar Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen.
Sementara itu, saat harga emas dunia anjlok, logam mulia lainnya menunjukkan pergerakan berbeda. Harga perak naik 3% ke US$ 33,48 per ons, platinum menguat 1,1% menjadi US$ 969,1, dan paladium relatif stabil di US$ 935,59 per ons.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




