Targetkan Aset Produktif, Danantara Akan Mengelola GBK
Selasa, 29 April 2025 | 06:23 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, mengungkapkan pihaknya akan mengelola aset milik Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), termasuk Gelora Bung Karno (GBK).
Dengan demikian, Danantara tidak hanya bertanggung jawab atas pengelolaan aset badan usaha milik negara (BUMN), tetapi juga aset milik kementerian.
"Jadi GBK dan seluruh area di sini, sesuai pesan Pak Prabowo, akan dimasukkan ke dalam Danantara," ujar Rosan seusai menghadiri acara Townhall Danantara-BUMN di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (28/4/2025).
"Yang tadinya berada di bawah Setneg, nantinya akan dikelola oleh Danantara," tambahnya.
Rosan menegaskan, setelah Danantara resmi mengelola aset GBK, akan dilakukan perencanaan matang untuk meningkatkan produktivitas dan hasil investasi dari aset tersebut.
"Perencanaan yang matang akan dilakukan agar GBK menjadi aset yang produktif, mampu memberikan return of asset (ROA) dan return of investment (ROI) yang optimal, sesuai dengan parameter benchmarking internasional," tuturnya.
Ia menjelaskan, nilai total aset negara di bawah Kementerian Sekretariat Negara mencapai US$ 25 miliar atau sekitar Rp 420 triliun (kurs Rp 16.812 per US$) pada tahun lalu. Nilai ini akan memperkuat total assets under management (AUM) Danantara, yang saat ini mencapai US$ 980 miliar atau sekitar Rp 16.400 triliun.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan optimisme kekayaan Danantara akan menembus angka US$1 triliun atau setara Rp 16.820 triliun.
"Kita hitung aset-aset kita, ternyata kita kaya. Mungkin kekayaan Danantara akan tembus US$1 triliun," kata Prabowo saat memberikan arahan dalam acara Townhall Danantara-BUMN di JCC, Senin (28/4/2025).
Prabowo menegaskan bahwa pengelolaan Danantara harus dilakukan dengan sistem yang transparan dan akuntabel, agar dapat menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi nasional.
"Danantara ini adalah kekayaan bangsa Indonesia. Harus dikelola dengan baik, dijaga, dirawat dengan sistem yang transparan dan sangat ketat, karena ini adalah kekayaan luar biasa yang bisa mendorong kebangkitan bangsa kita," tegas Prabowo.
Selain aset BUMN, Danantara nantinya juga ditargetkan mengelola aset milik kementerian, termasuk GBK yang menjadi aset Kemensetneg.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




