ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Lili Yan Ing: Indonesia dan ASEAN Harus Tegas Tolak Intimidasi Global

Rabu, 30 April 2025 | 17:16 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Secretary General International Economic Association Lili Yan Ing saat menjadi pembicara Investor Daily Round Table sesi Fireside Chat dengan tema Antara AS-China: Strategi Indonesia, Jakarta, Rabu 30 April 2025.
Secretary General International Economic Association Lili Yan Ing saat menjadi pembicara Investor Daily Round Table sesi Fireside Chat dengan tema Antara AS-China: Strategi Indonesia, Jakarta, Rabu 30 April 2025. (Berita Satu Photo/David Gita Roza)

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah meningkatnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, Indonesia dan ASEAN diminta untuk tetap teguh dan menolak segala bentuk intervensi serta intimidasi dari negara besar.

Hal ini disampaikan oleh Lili Yan Ing, Secretary General of the International Economic Association, dalam perhelatan Investor Daily Round Table (IDRT) di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (30/4/2025).

“Sejak Indonesia berdiri, kita telah memilih untuk menjadi negara non-blok. Kita selalu menjunjung tinggi perdamaian, dan posisi itu harus dipertahankan,” kata Lili, Rabu (30/4/2025).

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan bahwa Indonesia dan ASEAN tidak boleh terjebak dalam rivalitas antara kekuatan besar dunia, seperti AS dan China.

Sebagai bukti posisi netral yang menguntungkan, Lili menyebut bahwa dalam 23 tahun terakhir, perdagangan ASEAN dengan Eropa meningkat tiga kali lipat, dengan AS meningkat empat kali lipat, dan dengan China meningkat hingga 24 kali lipat.

Hal ini mencerminkan kemampuan kawasan untuk tetap tumbuh secara dinamis tanpa harus berpihak.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti fakta bahwa AS merupakan investor terbesar di kawasan ASEAN. Oleh karena itu, ketika muncul tekanan untuk berpihak dalam ketegangan global, Lili menilai pentingnya solidaritas antarnegara ASEAN.

“Kalau kita dipaksa untuk memilih, di situlah pentingnya kesatuan ASEAN. Kita harus berdiri bersama, membuat sikap yang tegas bahwa kita memilih ASEAN. Kita menolak intervensi dan intimidasi terhadap kawasan ini,” tegasnya.

Menurut Lili, Indonesia sebagai negara kunci di ASEAN perlu menunjukkan posisi yang konsisten dan independen. Ia menekankan pentingnya prinsip constructive engagement, sebuah pendekatan diplomasi aktif tetapi damai yang terbuka pada semua pihak.

“Baik kepada AS maupun China, kita selalu mengedepankan hubungan yang saling menghormati. Sama seperti sikap Indonesia terhadap Palestina. Bagi kita, AS dan Palestina sama pentingnya dan harus diperlakukan dengan prinsip mutual respect,” ujarnya.

Lili menegaskan bahwa Indonesia dan ASEAN harus terus memperkuat diversifikasi ekonomi, terutama melalui integrasi regional dengan mitra dagang dan investasi di kawasan Asia Timur.

Langkah ini dianggap penting untuk menjaga kemandirian kawasan dan mengurangi ketergantungan pada kekuatan tertentu.

“Indonesia tidak boleh tunduk pada intimidasi kekuatan besar. Bersama ASEAN, kita harus memperkuat posisi dan integrasi kawasan, serta trading dan investment partner,” pungkasnya dalam menanggapi keberpihakan ASEAN dan Indonesia dalam perang dagang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon