ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AS Siap Terapkan Tarif Impor Berdasarkan Kawasan

Senin, 19 Mei 2025 | 10:10 WIB
WA
WA
Penulis: Widi Agustian | Editor: WA
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dirumorkan akan mengumumkan dukungan pembentukan negara Palestina dalam pertemuan  puncak negara-negara Teluk dan Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dirumorkan akan mengumumkan dukungan pembentukan negara Palestina dalam pertemuan puncak negara-negara Teluk dan Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi. (Antara/Anadolu/PY)

Tokyo, Beritasatu.com – Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan memberlakukan tarif impor berdasarkan wilayah seiring terbatasnya waktu untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan sejumlah negara di seluruh dunia.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengatakan pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump kini berupaya mencapai kesepakatan dagang dengan sejumlah negara mitra utama terkait pemberlakuan tarif besar-besaran oleh AS pada April.

"Ini tarif untuk Amerika Tengah, ini tarif untuk kawasan Afrika tertentu, tetapi fokus kami saat ini adalah 18 hubungan dagang yang penting," kata dia saat ditanya tentang berapa banyak perjanjian dagang yang kemungkinan bisa diraih oleh pemerintah AS dalam beberapa pekan mendatang, dalam sebuah wawancara pada Minggu (18/5/2025), dilansir dari Antara.

ADVERTISEMENT

Pada 2 April, berdasarkan kebijakan tarif timbal-balik, Presiden Trump menetapkan tarif dasar sebesar 10% terhadap hampir seluruh negara. Selain itu, tarif tambahan diterapkan terhadap sekitar 60 negara yang memiliki surplus perdagangan dengan AS.

Trump kemudian menunda penerapan tarif terhadap beberapa negara selama 90 hari guna memberi ruang untuk bernegosiasi hingga awal Juli. Namun, para pejabat AS menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan seluruh proses negosiasi tersebut dalam waktu yang tersedia.

Dalam pernyataannya Jumat lalu, Trump mengatakan bahwa pemerintah akan mulai mengirimkan surat kepada sejumlah negara dalam dua hingga tiga pekan ke depan untuk memberitahukan besaran tarif yang akan dikenakan bila ingin tetap berdagang dengan AS.

Meskipun Trump tidak menyebut secara spesifik negara-negara yang akan menerima surat tersebut, diperkirakan India, Jepang, dan Korea Selatan termasuk dalam kelompok 18 negara yang telah mulai melakukan pembicaraan dengan AS sejak penundaan tarif diumumkan.

Di luar kelompok tersebut, Bessent menyebut terdapat 20 negara lain yang memiliki hubungan dagang yang signifikan dengan AS. Ia menekankan bahwa tarif sebelumnya dapat kembali diberlakukan jika negara-negara tersebut tidak menunjukkan itikad baik dalam perundingan.

"Daya tawar negosiasi yang dibicarakan Presiden Trump di sini adalah jika Anda tidak ingin berunding, maka tarifnya akan kembali ke tingkat 2 April," kata Bessent dalam "Meet the Press" di NBC pada Minggu, terkait tarif impor yang akan diberlakukan AS. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kementerian ESDM Perjuangkan Panel Surya Bebas Tarif Tinggi AS

Kementerian ESDM Perjuangkan Panel Surya Bebas Tarif Tinggi AS

EKONOMI
Trump Ancam Tarif Lebih 'Ngeri' ke Negara yang Main-main dengan AS

Trump Ancam Tarif Lebih 'Ngeri' ke Negara yang Main-main dengan AS

INTERNASIONAL
Kesepakatan Dagang RI-AS Perkuat Ketahanan Energi

Kesepakatan Dagang RI-AS Perkuat Ketahanan Energi

EKONOMI
Kesepakatan Tarif Impor AS Ditargetkan Rampung Februari 2026

Kesepakatan Tarif Impor AS Ditargetkan Rampung Februari 2026

EKONOMI
Trump Ancam Tarif Tambahan bagi Negara yang Tolak AS Caplok Greenland

Trump Ancam Tarif Tambahan bagi Negara yang Tolak AS Caplok Greenland

INTERNASIONAL
Tekanan Tarif Impor AS Bayangi Ekonomi Indonesia pada 2025

Tekanan Tarif Impor AS Bayangi Ekonomi Indonesia pada 2025

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon