ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Trump Murka karena Tuding China Langgar Kesepakatan Jenewa Soal Tarif

Sabtu, 31 Mei 2025 | 05:05 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Presiden Donald Trump memberi isyarat saat menjawab pertanyaan wartawan selama acara di Ruang Roosevelt di Gedung Putih, Senin, 12 Mei 2025, di Washington.
Presiden Donald Trump memberi isyarat saat menjawab pertanyaan wartawan selama acara di Ruang Roosevelt di Gedung Putih, Senin, 12 Mei 2025, di Washington. (AP/AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan China telah melanggar kesepakatan dengan AS terkait pencabutan tarif dan pembatasan perdagangan atas mineral penting.

Dalam pernyataannya, Trump juga melontarkan ancaman terselubung untuk mengambil langkah yang lebih keras terhadap Beijing.

"China, mungkin tidak mengejutkan bagi sebagian orang. Mereka telah benar-benar melanggar perjanjiannya dengan kami. Jadi begitulah caranya menjadi 'Tuan Orang Baik'!" tulis Trump dalam unggahannya di platform media sosial Truth Social miliknya, Jumat (30/5/2025).

ADVERTISEMENT

Trump menjelaskan bahwa ia telah membuat kesepakatan cepat dengan pejabat China pada pertengahan Mei. Kesepakatan tersebut mencakup rencana untuk menghentikan tarif tinggi selama 90 hari, demi mencegah krisis ekonomi di China, termasuk penutupan pabrik dan potensi kerusuhan sipil. Tarif yang diberlakukan AS saat itu mencapai 145% atas impor dari China.

Namun, Trump tidak merinci secara jelas bagaimana China melanggar kesepakatan yang dibuat di Jenewa, Swiss, maupun tindakan apa yang akan diambilnya sebagai respons atas pelanggaran tersebut.

Seorang pejabat AS yang berbicara kepada Reuters menyebut bahwa China tampak lamban dalam memenuhi janji mereka untuk menerbitkan lisensi ekspor bagi mineral tanah jarang. Sementara itu, Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, mengatakan kepada CNBC bahwa China tidak patuh terhadap isi kesepakatan Jenewa.

"China memperlambat proses kepatuhan mereka, dan hal itu benar-benar tidak dapat diterima serta harus ditindaklanjuti," ujar Greer.

Ia juga menambahkan bahwa aliran ekspor mineral penting dari China belum kembali berjalan seperti yang telah disepakati, menyusul tindakan balasan dagang dari Beijing.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Perang Iran Diduga Jadi Motif Percobaan Pembunuhan Donald Trump

Perang Iran Diduga Jadi Motif Percobaan Pembunuhan Donald Trump

INTERNASIONAL
Daftar Presiden AS yang Lakukan Intervensi ke Negara Lain

Daftar Presiden AS yang Lakukan Intervensi ke Negara Lain

INTERNASIONAL
Trump Jadi Presiden Aktif Pertama yang Tanda Tangannya Ada di Dolar AS

Trump Jadi Presiden Aktif Pertama yang Tanda Tangannya Ada di Dolar AS

EKONOMI
Trump Nominasikan Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed

Trump Nominasikan Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed

EKONOMI
Pelajaran untuk Indonesia dari Venezuela: Berkah Tuhan Jadi Kutukan

Pelajaran untuk Indonesia dari Venezuela: Berkah Tuhan Jadi Kutukan

INTERNASIONAL
Trump Ancam Pengawas Udara di Tengah Kekacauan Penerbangan AS

Trump Ancam Pengawas Udara di Tengah Kekacauan Penerbangan AS

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon