ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menakar Kemilau Saham Emas PSAB

Kamis, 5 Juni 2025 | 12:21 WIB
RS
AD
Penulis: Rama Sukarta | Editor: AD
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB). (Dok )

Jakarta, Beritasatu.com - Saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) tengah menjadi sorotan investor setelah mencatat lonjakan harga hingga 58,97% dalam sepekan terakhir. Bahkan, saham perusahaan tambang emas ini sempat mengalami auto reject atas (ARA) berturut-turut sejak awal pekan.

Kenaikan ini dipicu oleh laporan kinerja keuangan kuartal I 2025 yang mengesankan. Laba bersih PSAB melesat 413,45% dari US$ 2,2 juta menjadi US$ 11,45 juta. Sementara itu, posisi kas perusahaan juga naik 5,02%, dari US$ 23,32 juta menjadi US$ 24,49 juta.

Dalam laporannya, Tim Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan, lonjakan harga saham PSAB disebabkan oleh beberapa faktor, terutama kenaikan harga emas global.

ADVERTISEMENT

"Harga emas telah naik 27,5% dalam enam bulan terakhir. Sebagai perusahaan tambang emas murni (pure-play), PSAB sangat sensitif terhadap fluktuasi harga emas," tulis Kiwoom Research dalam analisanya, Rabu (4/6/2025).

Kiwoom menambahkan bahwa kenaikan harga emas dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global serta pembelian agresif oleh bank-bank sentral. Saat ketidakpastian meningkat, investor dan pemerintah cenderung memilih emas sebagai aset lindung nilai.

Bank sentral tercatat konsisten membeli emas hingga 80 ton per bulan, yang turut mendorong lonjakan harga logam mulia tersebut.

Selain itu, PSAB juga tengah mengembangkan proyek tambang emas Doup di Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, yang disebut berpotensi meningkatkan produksi emas dan kinerja keuangan perusahaan secara signifikan.

Namun, Kiwoom menekankan bahwa proyek tersebut masih memiliki ketidakpastian, karena jadwal produksi baru dimulai akhir 2025 atau awal 2026.

“Mempertimbangkan lonjakan harga saham PSAB dalam beberapa hari terakhir, kami merekomendasikan investor untuk menahan posisi dan bersikap wait and see, atau mengambil keuntungan (take profit) bila harga terus menguat,” pungkas Kiwoom Research.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tambang Pani Baru Produksi 2026, Bos EMAS Yakin Investor Tetap Percaya

Tambang Pani Baru Produksi 2026, Bos EMAS Yakin Investor Tetap Percaya

EKONOMI
IPO Merdeka Gold Resources, Saham EMAS Tembus ARA 25 Persen

IPO Merdeka Gold Resources, Saham EMAS Tembus ARA 25 Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon