ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bahlil Sebut Izin PT GAG Sudah Ada Sebelum Dia Jadi Menteri

Jumat, 6 Juni 2025 | 10:47 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia .
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia . (Kementerian ESDM/Kementerian ESDM)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan memberhentikan operasi produksi PT GAG Nikel di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Ini dilakukan untuk melakukan review pertambangan yang baik atau good mining practice.

Langkah ini diambil untuk melakukan verivikasi, setelah viral di publik mengenai lokasi tambang yang berdekatan dengan kawasan konservasi dan destinasi wisata unggulan Indonesia. Bahlil pun ingin langsung melakukan verifikasi ke lapangan guna memahami kondisi sebenarnya.

"Saat izin usaha pertambangan dikeluarkan, saya masih Ketua Umum Hipmi Indonesia, Ketua Umum BPP Hipmi dan belum masuk di kabinet. Karena itu untuk memahami kondisi sebenarnya kita harus cross check ke lapangan guna mengetahui kondisi sebenarnya secara objektif," jelasnya seperti dilansir dari situs Kementerian ESDM, Jumat (6/6/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut Bahlil, kabar bahwa aktivitas pertambangan PT GAG Nikel berlangsung di Pulau Piaynemo salah satu ikon pariwisata Raja Ampat, tidaklah benar. Dia menyebut penambangan dilakukan di Pulau GAG, yang memiliki jarak sekira 30-40 km dari Pulau Piaynemo.

"Saya sering di Raja Ampat Pulau Piaynemo dengan Pulau GAG, itu kurang lebih sekitar 30 km sampai dengan 40 km. Di wilayah Raja Ampat itu betul wilayah perwisata yang kita harus lindungi," jelas Bahlil.
Baca Juga: Bahlil Hentikan Tambang PT Gag Nikel di Raja Ampat untuk Verifikasi

Sekadar informasi, PT GAG Nikel merupakan pemegang Kontrak Karya Generasi VII No. B53/Pres/I/1998, resmi berdiri pada 19 Januari 1998 setelah ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia.

Awalnya, struktur kepemilikan saham perusahaan ini terdiri dari Asia Pacific Nickel Pty. Ltd. (APN Pty. Ltd) sebesar 75% dan PT Antam Tbk sebesar 25%. Namun sejak tahun 2008, PT Antam Tbk berhasil mengakuisisi seluruh saham APN Pty. Ltd, sehingga kendali penuh PT GAG Nikel berada di tangan PT Antam Tbk.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bahlil Minta Warga Mampu Tak Pakai BBM Subsidi

Bahlil Minta Warga Mampu Tak Pakai BBM Subsidi

EKONOMI
Menteri ESDM Umumkan Temuan Cadangan Gas 5 TCF di Kutai

Menteri ESDM Umumkan Temuan Cadangan Gas 5 TCF di Kutai

EKONOMI
Bahlil Pastikan Harga LPG 3 Kg Tetap Stabil

Bahlil Pastikan Harga LPG 3 Kg Tetap Stabil

EKONOMI
Bahlil Amankan Energi RI dari Rusia, Akademisi Angkat Suara

Bahlil Amankan Energi RI dari Rusia, Akademisi Angkat Suara

NASIONAL
Bahlil: Cadangan BBM RI Naik, Dekati Target 30 Hari

Bahlil: Cadangan BBM RI Naik, Dekati Target 30 Hari

EKONOMI
Bahlil Ajak Masyarakat Hemat Energi di Tengah Tekanan Global

Bahlil Ajak Masyarakat Hemat Energi di Tengah Tekanan Global

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon