ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Demi Giant Sea Wall, Prabowo Akan Bentuk Badan Otorita Tanggul Laut

Kamis, 12 Juni 2025 | 23:50 WIB
AF
BW
Penulis: Alfida Rizky Febrianna | Editor: BW
Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto. (./Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa. Badan ini dibentuk dalam rangka mempercepat realisasi pembangunan proyek jumbo giant sea wall, di sepanjang pantai utara (pantura) Pulau Jawa.

Menurut Prabowo, tanggul laut raksasa atau giant sea wall saat ini menjadi salah satu proyek infrastruktur nasional paling strategis. Oleh karena itu, presiden telah memerintahkan timnya untuk melakukan roadshow ke sepanjang pesisir pantura, demi percepatan realisasi proyek tersebut.

"Dan dalam waktu dekat, saya akan bentuk otorita. Badan otorita tanggul laut pantai utara Jawa. Orang Indonesia senang dengan singkatan-singkatan, jadi kita lagi cari singkatan yang enak. Mungkin BOTLPJ," ungkapnya, di JICC, Jakarta, Kamis (12/6/2025).

Lebih lanjut Prabowo menjelaskan, giant sea wall akan terbentang dari Tangerang, Banten, hingga ke Gresik, Jawa Timur, dengan panjang keseluruhan mencapai 500 kilometer (km).

ADVERTISEMENT

Ada pun anggaran yang dibutuhkan pemerintah selama pembangunan infrastruktur ini mencapai US$ 80 miliar atau sekitar Rp 1.300 triliun (kurs Rp 16.250).

Prabowo menuturkan, proyek ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk diselesaikan. Perkiraannya, untuk membangun di sepanjang Teluk Jakarta saja membutuhkan waktu 8-10 tahun. Sementara, proses pembangunan dari Banten hingga Jawa Timur diperkirakan bisa mencapai 15-20 tahun.

"Tidak ada masalah, ada pepatah kuno 'perjalanan 1.000 kilometer dimulai oleh satu langkah'. Kita akan segera mulai itu. Saya akan mulai. Saya tidak tahu presiden mana yang akan menyelesaikan, tetapi kita harus mulai dan kita akan mulai," tegasnya.

Dia menambahkan, gagasan pembangunan giant sea wall telah masuk dalam perencanaan Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) sejak 1995.

"Kita tidak berkecil hati, sekarang tidak ada lagi penundaan, sudah tidak perlu lagi banyak bicara. Kita akan kerjakan itu segera," tegasnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon