ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ekspor Tekstil dan Ikan ke Eropa Siap Melonjak Seusai IEU-CEPA Rampung

Senin, 16 Juni 2025 | 18:00 WIB
BI
DM
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: DM
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyebut, pengusaha siap genjot ekspor tekstil, sepatu, furniture, dan perikanan ke pasar Uni Eropa hingga 50% dalam 3 tahun ke depan.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyebut, pengusaha siap genjot ekspor tekstil, sepatu, furniture, dan perikanan ke pasar Uni Eropa hingga 50% dalam 3 tahun ke depan. (Beritasatu.com/Bambang Ismoyo)

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaku usaha Indonesia bersiap menyambut rampungnya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) pada tahun ini. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai, kesepakatan ini akan membuka peluang besar bagi industri nasional untuk mendongkrak ekspor, terutama ke pasar Eropa.

Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menyebut, pemerintah telah menggandeng kalangan pengusaha dalam diskusi manfaat dan persiapan menghadapi implementasi IEU-CEPA. Ia menekankan, industri padat karya, seperti tekstil dan garmen sangat menantikan efek positif dari perjanjian ini.

“Industri padat karya sangat terkena dampak pelemahan global dan tarif dari negara mitra seperti AS. IEU-CEPA diharapkan bisa membangkitkan kembali ekspor,” katanya di Menara Kadin, Senin (16/6/2025).

ADVERTISEMENT

Shinta juga mengatakan Apindo akan aktif menyosialisasikan manfaat IEU-CEPA agar pengusaha lokal siap memaksimalkannya. Beberapa sektor unggulan yang akan difokuskan antara lain tekstil, alas kaki, furniture, dan produk perikanan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut perundingan IEU-CEPA telah mencapai tahap akhir. Lebih dari 90% dokumen perjanjian telah disepakati, dengan sisanya tinggal pembahasan teknis pada level chief negotiators dan working groups.

“Hampir seluruh substansi sudah disepakati. Komisioner Uni Eropa akan datang ke Indonesia September nanti membawa memorandum untuk ditandatangani,” kata Airlangga.

Jika disepakati dan diratifikasi, IEU-CEPA diproyeksikan meningkatkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar 0,19% dan menambah pendapatan nasional hingga US$ 2,8 miliar. Lebih penting lagi, ekspor Indonesia ke Eropa berpotensi naik hingga 50% dalam tiga tahun.

"Kalau ekspor kita bisa naik 50%, itu setara Vietnam atau Malaysia. Tarif ekspor unggulan yang kini 8-12% bisa ditekan jadi 0%," tutup Airlangga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

EKONOMI
Surplus Neraca Perdagangan RI Perkuat Ekonomi Nasional

Surplus Neraca Perdagangan RI Perkuat Ekonomi Nasional

EKONOMI
Neraca Dagang RI Surplus US$ 3,32 Miliar pada Maret 2026

Neraca Dagang RI Surplus US$ 3,32 Miliar pada Maret 2026

EKONOMI
Mendag Sebut Timur Tengah Lirik RI untuk Kerja Sama Dagang

Mendag Sebut Timur Tengah Lirik RI untuk Kerja Sama Dagang

EKONOMI
LPEI Bidik Pembiayaan Ekspor Rp 40 Triliun pada 2026

LPEI Bidik Pembiayaan Ekspor Rp 40 Triliun pada 2026

EKONOMI
Konflik Iran Tekan Ekspor RI, Industri Manufaktur Paling Rentan

Konflik Iran Tekan Ekspor RI, Industri Manufaktur Paling Rentan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon