Neraca Dagang RI Surplus US$ 3,32 Miliar pada Maret 2026
Senin, 4 Mei 2026 | 14:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2026 mencatat surplus sebesar US$ 3,32 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, surplus tersebut berasal dari nilai ekspor sebesar US$ 22,53 miliar yang lebih tinggi dibandingkan impor sebesar US$ 19,21 miliar.
Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Maret 2026, Indonesia juga mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$ 5,55 miliar. Total ekspor dalam periode tersebut mencapai US$ 66,85 miliar, sedangkan impor sebesar US$ 61,30 miliar.
Kinerja ekspor Indonesia didukung oleh sejumlah komoditas unggulan, antara lain besi dan baja, minyak kelapa sawit (CPO) beserta turunannya, serta batu bara. Ketiga komoditas tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap total ekspor nonmigas.
Sementara itu, dari sisi impor, mayoritas masih didominasi oleh bahan baku dan penolong dengan nilai mencapai US$ 43,17 miliar. Selain itu, impor barang modal tercatat sebesar US$ 12,98 miliar, sedangkan impor barang konsumsi relatif lebih kecil, yakni US$ 5,15 miliar.
Surplus neraca perdagangan ini mencerminkan kinerja ekspor yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi global, sekaligus menunjukkan peran penting komoditas unggulan dalam menjaga keseimbangan perdagangan Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




