Diserbu Korban PHK, Grab Buka Rekrutmen Mitra Ojol dan UMKM
Selasa, 17 Juni 2025 | 20:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah tekanan ekonomi dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terus meningkat, Grab membuka rekrutmen ojek online (ojol) dan UMKM sebagai solusi nyata untuk menyerap tenaga kerja dan memperkuat ekonomi digital Indonesia.
Rekrutmen besar-besaran ini digelar di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan, Selasa (17/6/2025), dengan dukungan Kementerian Koperasi dan UMKM serta BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam acara tersebut, Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi menjelaskan, pembukaan lowongan mitra Grab disambut sangat antusias oleh masyarakat.
Tercatat lebih dari 2.000 orang mendaftarkan diri sebagai mitra GrabBike, GrabCar, GrabMart, GrabFood, hingga Agen GrabKios.
Neneng menekankan, Grab kini telah menjadi salah satu bantalan sosial ekonomi di Indonesia.
Ia mengungkapkan data internal yang menunjukkan bahwa 50% dari mitra pengemudi Grab dulunya adalah korban PHK yang tidak memiliki penghasilan tetap.
"Jadi kalau dari survei kami, 50% driver kami adalah korban PHK dan tidak punya penghasilan. Kemudian setelah mereka bergabung dengan Grab, penghasilan mereka menjadi dua kali lipat," ujar Neneng dalam sesi media briefing.
Perusahaan ini juga membuka ruang inklusif bagi lebih dari 700 penyandang disabilitas untuk bergabung dalam ekosistem digitalnya.
“Kami percaya tidak boleh ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam transformasi digital,” tuturnya.
Neneng turut memaparkan bahwa sejak 2018 hingga kini, Grab telah membantu membuka lapangan kerja bagi 4,6 juta pelaku UMKM, khususnya dari sisi merchant. Angka ini belum termasuk para mitra ojol dan pengemudi yang terlibat langsung dalam layanan Grab.
Kontribusi besar ini juga tercermin dalam data riset. Menurut penelitian ITB tahun 2023, industri ride-hailing dan layanan pengantaran online menyumbang Rp 382,62 triliun atau 2% dari PDB nasional.
Grab sendiri berkontribusi sekitar 50% dari sektor tersebut, berdasarkan laporan Oxford Economics tahun 2024.
Menanggapi langkah proaktif Grab, Menteri Koperasi dan UMKM, Maman Abdurahman mengapresiasi kontribusi aplikator digital dalam mendorong pemerataan ekonomi.
Ia menilai platform seperti Grab telah menjadi jembatan penting antara pelaku usaha mikro dengan konsumen yang lebih luas.
“Dalam kondisi sulit, yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar bantuan, tapi peluang untuk bangkit. Dan hari ini, Grab hadir memberikan peluang itu,” ujar Maman dengan tegas.
Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan platform digital seperti Grab harus diperkuat guna mendorong transformasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




