ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Stabilnya Pasar Saham Asia Dipicu Harapan Damai Israel-Iran

Rabu, 25 Juni 2025 | 09:43 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Ilustrasi bursa Asia
Ilustrasi bursa Asia (Kyodo News via AP)

Jakarta, Beritasatu.com – Pasar saham Asia cenderung stabil pada Rabu (25/6/2025) pagi, didukung oleh harga minyak mentah yang mencapai level terendah dalam 2 pekan terakhir.

Sentimen investor membaik seiring adanya gencatan senjata antara Israel dan Iran, meskipun kekhawatiran potensi eskalasi konflik masih membayangi.

Sementara itu, dolar Amerika Serikat (AS) melemah mendekati posisi terendah dalam hampir empat tahun terhadap Euro, seiring turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun ke level terendah dalam 1,5 bulan terakhir. Penurunan harga minyak dianggap mengurangi risiko tekanan inflasi yang bisa menekan pasar obligasi.

ADVERTISEMENT

Meski gencatan senjata masih rapuh, Israel menyatakan akan merespons keras serangan rudal dari Iran, yang terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan berakhirnya permusuhan.

Penilaian awal intelijen AS juga menyebut bahwa serangan udara AS belum menghancurkan kapabilitas nuklir Iran secara permanen, hanya menundanya beberapa bulan. Hal ini bertolak belakang dengan klaim Trump yang menyatakan program nuklir Iran telah "dilenyapkan".

Di pasar saham, indeks Nikkei Jepang dan indeks acuan Australia tercatat mendatar. Indeks Taiwan menguat 1%, sementara Hang Seng Hong Kong naik 0,6%. Di sisi lain, indeks CSI 300 melemah 0,1%.

Di dalam negeri, indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berfluktuasi pada pembukaan perdagangan hari ini. IHSG pada pukul 09.29 WIB menguat tipis 0,02% atau 1,23 poin ke level 6.870,4.

“Meski gencatan senjata antara Israel dan Iran tampak rapuh, pasar tampaknya tidak terlalu mengkhawatirkannya,” kata Kyle Rodda, analis pasar keuangan senior di Capital.com.

“Pasar pada dasarnya tidak peduli apabila konflik terbatas berupa serangan udara tetap berlangsung. Yang penting adalah apakah perang besar pecah, termasuk kemungkinan intervensi besar-besaran AS dan blokade Iran terhadap Selat Hormuz. Untuk saat ini, risikonya masih rendah,” tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

EKONOMI
IHSG Hari Ini Dibuka Melemah Lebih dari 1 Persen Jadi 7.205,9

IHSG Hari Ini Dibuka Melemah Lebih dari 1 Persen Jadi 7.205,9

EKONOMI
IHSG Hari Ini Ambles ke Bawah Level 7.000

IHSG Hari Ini Ambles ke Bawah Level 7.000

EKONOMI
Trump Ultimatum Iran, Pasar Asia Tetap Menguat

Trump Ultimatum Iran, Pasar Asia Tetap Menguat

EKONOMI
Bursa Asia Menguat Dipicu Harapan Pembukaan Selat Hormuz

Bursa Asia Menguat Dipicu Harapan Pembukaan Selat Hormuz

EKONOMI
Bursa Asia Beragam, Ketegangan Iran-AS Tekan Sentimen Pasar

Bursa Asia Beragam, Ketegangan Iran-AS Tekan Sentimen Pasar

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon