Prabowo Minta Maaf Tak Hadir Peresmian PLTP-PLTS dan Blok Cepu
Kamis, 26 Juni 2025 | 14:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir langsung dalam peresmian proyek energi besar di dua lokasi berbeda, yaitu 24 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan Tenaga Surya (PLTS) di 15 provinsi, serta peningkatan produksi migas di Blok Cepu, Jawa Tengah.
Peresmian itu tetap berlangsung secara daring, Kamis (26/6/2025), melalui sambungan video dari Bali akibat cuaca buruk yang menghalangi penerbangan Presiden Prabowo ke lokasi.
“Saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Saya tidak dapat hadir secara fisik karena ketidakpastian akibat cuaca. Saya sudah siap dari pukul 08.00 WIB untuk terbang,” ujar Prabowo dalam sambutannya yang disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden.
Agenda peresmian mencakup dua proyek besar, yaitu:
1. PLTP-PLTS di 15 Provinsi
Pusat seremoni digelar di PLTP Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, dihadiri langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
2. Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Tengah
Lokasi peningkatan lifting minyak sebesar 30.000 barel per hari, dengan seremoni dihadiri oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung.
Dengan tambahan tersebut, total lifting migas dari Blok Cepu kini mencapai 180.000 barel per hari, menjadikannya salah satu tulang punggung energi nasional.
Meski berhalangan hadir, Prabowo tetap memimpin peresmian secara daring. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap pihak-pihak terkait dan menegaskan keinginannya untuk meninjau proyek secara langsung di masa mendatang.
“Insyaallah akan saya cari waktu untuk hadir melihat proyek-proyek yang demikian penting, bersejarah, dan membanggakan kita sebagai bangsa,” kata Prabowo.
Dalam peresmian daring itu, Prabowo juga menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Presiden ExxonMobil Indonesia, Wade Floyd, karena belum bisa mengunjungi langsung operasional Blok Cepu.
“Saya janji, saya ingin melihat operasional Anda. Karena setiap kunjungan bagi saya adalah pengalaman belajar,” ujarnya.
Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Prabowo dalam memahami langsung detail teknis proyek energi nasional.
Kabut Tebal Jadi Kendala Utama Penerbangan Prabowo
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa kendala utama keberangkatan Presiden Prabowo adalah kabut tebal di sekitar lokasi PLTP Ijen yang berada di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut.
“Kami sempat komunikasi dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk memastikan kehadiran Presiden, tetapi kondisi cuaca memang sangat sulit,” jelas Bahlil.
Ia menggambarkan kondisi di lokasi yang sangat sejuk dan indah, yang menurutnya bisa membuat siapa pun “betah” jika datang langsung.
Peresmian PLTP dan PLTS ini merupakan bagian dari langkah transisi energi Indonesia ke energi baru dan terbarukan (EBT). Proyek ini mendukung komitmen nasional untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, sekaligus menurunkan emisi karbon secara signifikan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




