Prabowo Resmikan Sumur Minyak Blok Cepu Senilai Rp 2,8 Triliun
Kamis, 26 Juni 2025 | 14:54 WIB
Bojonegoro, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara daring proyek pembangunan dan pengoperasian sumur minyak baru di Blok Cepu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (26/6/2025).
Proyek ini menjadi bagian dari inisiatif besar Indonesia menuju swasembada energi nasional, bersamaan dengan peluncuran energi terbarukan di 15 provinsi.
Dalam sambutannya, Prabowo menyebut proyek minyak di Lapangan Banyu Urip ini akan meningkatkan produksi harian sebesar 30.000 barel, sehingga total produksi minyak di Blok Cepu mencapai 170.000–180.000 barel per hari.
Proyek ini melibatkan tujuh sumur baru yang melengkapi 28 sumur sebelumnya, sehingga total menjadi 35 sumur minyak aktif.
Prabowo menegaskan, proyek ini penting bukan hanya untuk ketahanan energi, tapi juga untuk kemandirian bangsa.
“Blok Cepu adalah momentum penting dalam pembangunan bangsa, terutama dalam upaya untuk membuat Indonesia swasembada energi,” ujar Presiden Prabowo.
Dengan kontribusi 25% terhadap produksi minyak nasional, proyek ini dinilai sangat strategis. Pemerintah mencatat nilai investasi proyek ini mencapai US$ 174 juta atau sekitar Rp 2,8 triliun (kurs Rp 16.200).
Prabowo menekankan, kemerdekaan sejati suatu bangsa bergantung pada kemampuannya menjamin pangan, energi, dan penghidupan layak bagi rakyatnya.
“Peran energi sangat menentukan untuk kehidupan di abad ke-21 dan masa depan bangsa kita,” tegasnya.
Selain mendukung ketahanan energi, proyek ini juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan industri lokal, menciptakan lapangan pekerjaan baru, serta mendistribusikan listrik ke desa terpencil dan pulau terluar.
Prabowo juga menyebut proyek energi ini memberi harapan baru bagi daerah-daerah tanpa akses listrik, khususnya melalui pembangkit energi surya yang ramah lingkungan.
“Pulau-pulau terpencil akan punya energi. Desa-desa di gunung pun akan bisa menikmati listrik,” ujar Prabowo penuh optimisme.
Selain Bojonegoro, Presiden Prabowo juga meresmikan proyek energi di Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Magetan, yang seluruhnya berada di Jawa Timur.
Adapun 15 provinsi yang terlibat dalam proyek energi nasional ini, antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Lampung, Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.
Proyek ini mencakup pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




