Wahana Inti Makmur Bidik Penjualan Rp 105 Miliar pada 2025
Sabtu, 5 Juli 2025 | 07:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Wahana Inti Makmur Tbk (kode saham: NASI) menargetkan penjualan mencapai Rp 105 miliar pada 2025, dengan laba bersih sekitar Rp 1,06 miliar atau 1% dari total penjualan. Perseroan mengandalkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan optimalisasi jaringan distribusi untuk mencapai target tersebut.
Direktur Wahana Inti Makmur Shanty Mustafa mengatakan, strategi utama yang diterapkan mencakup perluasan kerja sama dengan pemasok, efisiensi dalam pengelolaan persediaan dan pengiriman logistik, serta peningkatan kapasitas SDM melalui rekrutmen selektif dan pelatihan berkesinambungan.
"Dengan strategi yang adaptif dan terukur, kami tetap percaya diri menghadapi dinamika pasar dan menjaga kinerja perusahaan," ujar Shanty pada Jumat (4/7/2025).
Perseroan juga akan memperluas jangkauan pasar, khususnya ke segmen hotel, restoran, katering (horeka), pasar tradisional, dan pasar modern. Upaya efisiensi di lini produksi dan operasional turut menjadi prioritas, di samping peningkatan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).
Lebih jauh, Wahana Inti Makmur menegaskan visinya untuk menjadi perusahaan pangan unggulan yang mampu memenuhi kebutuhan domestik dan global.
Shanty menyambut positif kebijakan pemerintah terkait swasembada pangan dan melihatnya sebagai peluang untuk memperkuat kontribusi perusahaan terhadap ketahanan pangan nasional.
“Melalui kemitraan strategis dengan petani lokal, penguatan rantai pasok, dan pemanfaatan teknologi pascapanen, kami berkomitmen mendukung kemandirian pangan Indonesia,” tambahnya.
Dari sisi kinerja, sepanjang 2024, Wahana Inti Makmur mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 11,03% menjadi Rp 87,94 miliar dari sebelumnya Rp 79,21 miliar pada 2023.
Laba bruto meningkat 3,34% menjadi Rp 12,16 miliar. Namun, peningkatan beban usaha sebesar 5,15% menjadi Rp 11,13 miliar membuat laba bersih turun tajam sebesar 59,35% menjadi Rp 147,19 juta, dibandingkan Rp 362,12 juta pada tahun sebelumnya.
Melihat kondisi tersebut, manajemen memutuskan untuk tidak membagikan dividen atas laba tahun buku 2024. Seluruh keuntungan akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional, memperkuat modal, dan mendanai strategi ekspansi di 2025.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




